Bagikan:

UGM dan Jepang Buat Konversi Sampah Plastik Jadi Solar

Universitas Gajah Mada (UGM) bekerja sama dengan Jepang tengah mengembangkan teknologi konversi sampah plastik menjadi bahan bakar minyak. Di tangan para peneliti UGM, sampah plastik berubah menjadi solar.

NUSANTARA

Selasa, 21 Mei 2013 17:27 WIB

UGM dan Jepang Buat Konversi Sampah Plastik Jadi Solar

ugm, jepang, sampah, solar


Universitas Gajah Mada (UGM) bekerja sama dengan Jepang tengah mengembangkan teknologi konversi sampah plastik menjadi bahan bakar minyak. Di tangan para peneliti UGM, sampah plastik berubah menjadi solar.

Teknologi untuk mengubah sampah plastik menjadi bahan bakar minyak (BBM) telah dikembangkan oleh Jurusan Teknik Mesin Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta bekerjasama dengan Tokyo Institute of Technology, Jepang.

Penelitian yang dimulai tahun 2011 dan dipimpin oleh Harwin Saptoadi bertujuan untuk memanfaatkan limbah plastik yang tidak bisa terurai menjadi BBM khususnya solar.“Target kami bisa menghasilkan BBM setara solar untuk menggerakkan mesin diesel,” jelas Harwin.

Dari pihak Jepang yang diketuai Kunio Yoshikawa bersama mahasiswa S3-nya Mochamad Syamsiro telah beberapa kali berkunjung ke UGM untuk mewujudkan riset ini. Jepang sebagai negara maju telah cukup berpengalaman mengembangkan teknologi ini, bahkan telah masuk ke skala komersial.

Dengan dibantu oleh beberapa mahasiswa S2-nya, Harwin telah mencobakan BBM ini pada mesin diesel untuk mengetahui performanya dan hasilnya cukup memuaskan.

Pengujian pada kompor tradisional pun telah dilakukan untuk aplikasi di masyarakat. Gas yang dihasilkan dari proses ini pun telah coba dimanfaatkan untuk menghidupkan kompor gas.

Teknologi yang dikembangkan ini menyesuaikan kebutuhan yang ada di masyarakat. Untuk skala komunitas telah mengembangkan teknologi yang sederhana dan mudah dibuat serta mudah pengoperasiannya.Untuk skala besar dikembangkan pula sistem yang terkontrol secara otomatis untuk menjamin kualitas produk yang dihasilkan.

Diharapkan teknologi ini bisa diterapkan di masyarakat khususnya untuk skala kecil dan menengah. Untuk skala besar diharapkan adanya partisipasi aktif dari Pemda yang menjadi pengelola Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah. Seperti halnya TPA Piyungan Yogyakarta yang dikelola secara bersama-sama Pemda Kota Yogyakarta, Sleman dan Bantul.

Sumber: radio Unisi Yogyakarta

Editor: Antonius Eko

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Jalan Buntu Penolakan Pemekaran Wilayah Papua