Ribuan Warga Sorong Mengarak Jenazah Nelayan yang Tewas Ditembak

Seorang nelayan bernama La Bila bin Laenggo (19) tewas tertembak saat usai mencari ikan di perairan selat Kafiau, kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, Jumat (03/05) siang.

NUSANTARA

Sabtu, 04 Mei 2013 17:37 WIB

Author

Andi Iriani

Ribuan Warga Sorong Mengarak Jenazah Nelayan yang Tewas Ditembak

penembakan, nelayan, sorong, raja ampat

KBR68H, Jayapura – Seorang nelayan bernama La Bila bin Laenggo (19) tewas tertembak saat usai mencari ikan di perairan selat Kafiau, kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, Jumat (03/05) siang. Korban tewas setelah sebelumnya terlibat adu mulut dengan anggota TNI angkatan laut yang tengah melakukan patroli di wilayah itu.

Korban tewas dengan luka tembak di bagian pinggang dan jenazahnya sudah dikebumikan siang tadi pemakaman umum daerah Sorong, Papua Barat.

Juru Bicara Kepolisian Papua, I Gede Sumerta Jaya membenarkan adanya penembakan tersebut. Menurutnya, hingga kini pelakunya masih dalam penyelidikan.

“Kemarin Jumat tanggal tiga ada kejadian bahwa, satu orang nelayan atas nama LALD umurnya 16 tahun meninggal. Karena, sampai saat ini saya belum mendapat informasi. Namun menurut infirmasi yang kami terima karena ditembak,”ungkap Gede

Sementara itu, berdasarkan informasi di lapangan siang tadi sedikitnya seribuan warga dari Kerukunan Keluarga Sulawesi Tenggara yang ada di kota Sorong mengarak jasad korban, sebagai bentuk protes kepada pemerintah maupun aparat keamanan. Karena kejadian penembakan ini terus berulang dan menimpa anggota kerukunan mereka.

Jasad korban diarak dari Rumah Sakit Kota Sorong menuju kantor perwakilan kepolisian Raja Ampat yang berjarak sekitar dua kilometer. Ketegangan sempat terjadi saat ambulance milik TNI Angkatan Laut hendak mengangkut jenasah korban, namun ditolak oleh pihak keluarga .

Adapun kronologis kejadian bermula ketika, korban bersama sejumlah rekannya hendak pulang dari pulau Batanta usai menangkap ikan. namun setibanya di wilayah perairan selat Kafiau, tiba tiba speed boat yang mereka tumpangi didekati oleh kapal patroli TNI Angkatan Laut. Saat itu sempat terjadi adu mulut yang berujung pada penembakan terhadap korban.  Korban dan rekannya diindikasikan melakukan penangkapan secara ilegal.

Beberapa waktu lalu kasus serupa juga pernah terjadi dan menewaskan tujuh orang nelayan.

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 10

Samoa Menetapkan Status Darurat Campak

Laporan Prakiraan Cuaca Sepekan Ke Depan Dari BMKG

Bakal Eksklusif, Masuk Pulau Komodo Mesti Pakai Membership?

Kabar Baru Jam 8