Bagikan:

PU Lumajang Awasi Lokasi Rawan Bencana

Dinas Pekerjaan Umum Lumajang, Jawa Timur terus meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bencana alam. Selain fokus pada pembenahan sarana dan prasarana seperti jembatan dan jalan umum, Dinas PU juga mulai fokus pada sarana dan prasarana pra bencana atau

NUSANTARA

Senin, 20 Mei 2013 15:32 WIB

PU Lumajang Awasi Lokasi Rawan Bencana

pekerjaan umum, lumajang, jawa timur, rawan bencana

Dinas Pekerjaan Umum Lumajang, Jawa Timur terus meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bencana alam. Selain fokus pada pembenahan sarana dan prasarana seperti jembatan dan jalan umum, Dinas PU juga mulai fokus pada sarana dan prasarana pra bencana atau lokasi rawan bencana.

Kepala Dinas PU Lumajang, Nughroho Dwi Admoko mengatakan, beberapa lokasi rawan bencana yang menjadi pantauan Dinas PU, mulai tanggul, bantaran sungai dan beberapa titik yang dianggap rentan akan bencana alam.

“Karena fungsi Dinas PU terkait ke PU-an maka sekarang PU lebih konsentrasi ke pra bencana, untuk wilayah-wilayah atau daerah-daerah yang rawan bencana, seperti contoh ada sungai rawan bencana, apa sisi rawannya? apa dari sisi tanggulnya atau dari sisi dimensi saluran sungainya, itu maka Dinas PU bisa masuk ke sana,” ungkap Nugroho Dwi Admoko.

Nugroho Dwi Admoko menambahkan, Dinas PU bisa bergerak cepat jika kondisi tanggul dan bantaran sungai tersebut rentan atau bahkan rusak dengan melakukan perbaikan, sehingga kerusakan yang terjadi tidak berlarut-larut dan  tidak berdampak pada masyarakat sekitar juga bangunan itu sendiri.

Sementara itu untuk kewenangan pada saat ada kejadian bencana, merupakan kewenangan Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD ), sehingga pihaknya terus melakukan komunikasi dengan BPBD terkait dengan kebencanaan.

“Kalau tanggul berarti kita memperbaiki tanggulnya, kalau dari sisi dimensi kita melebarkan itu esensi dari Dinas PU, namun ketika kemudian betul terjadi bencana, maka segala upaya dari sumberdaya PU tentunya tetap di perbantukan kepada BPBD,” tambah Nugroho Dwi Admoko.

Sumber: Radio Semeru FM  

Editor: Antonius Eko

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Kemarau Tiba, Waspada Kebakaran Hutan dan Lahan