Peringati Hardiknas, Pencak Silat Massal Digelar di Rembang

Peringatan Hari Pendidikan Nasional di Alun Alun kota Rembang hari Kamis (02 Mei 2013), disemarakkan oleh adanya pagelaran seni bela diri pencak silat massal, dengan jumlah peserta sebanyak 700 anak. Berbeda dibandingkan tahun lalu, kala itu olahraga sena

NUSANTARA

Jumat, 03 Mei 2013 13:54 WIB

Author

Radio R2B Rembang

Peringati Hardiknas, Pencak Silat Massal Digelar di Rembang

hardiknas, pencak silat, rembang

KBR68H, Rembang- Peringatan Hari Pendidikan Nasional di Alun Alun kota Rembang hari Kamis (02 Mei 2013), disemarakkan oleh adanya pagelaran seni bela diri pencak silat massal, dengan jumlah peserta sebanyak 700 anak. Berbeda dibandingkan tahun lalu, kala itu olahraga senam massal.

Meski waktu persiapannya cukup singkat, namun penampilan mereka selama 10 menit tersebut, mampu menyedot perhatian masyarakat di sekitar alun alun, termasuk Bupati Rembang, Moch. Salim.

Seorang peserta dari SD Annawawiyah Tasikagung Rembang, Satria Permana Putra menjelaskan latihan biasanya berlangsung saat jam istirahat sekolah. Beberapa gerakan mudah dihafalkan, tetapi menjaga kekompakan agar tampak serasi yang agak sulit. Apalagi masing masing sekolah berlatih sendiri, setelah itu tampil bersamaan.

Edi Murwanto, Ketua kelompok kerja guru pendidikan jasmani dan kesehatan kabupaten Rembang selaku penggagas acara mengatakan 700 anak itu berasal dari 47 sekolah dasar dan 2 Madrasah Ibtidaiyah se kecamatan Rembang Kota. Menjelang pentas, hanya dua kali latihan serempak. Menurutnya kendala tersulit yakni ketika peserta mengawali dan menutup seni bela diri pencak silat, begitu berlari dengan gerakan memutar, sehingga satu sama lain harus menjaga jarak, supaya tidak saling bertabrakan.

Edi Murwanto menambahkan pemilihan pencak silat, karena merupakan warisan budaya leluhur yang mulai agak meredup di kabupaten Rembang. Harapannya siswa bisa mengenal sekaligus tertarik untuk ikut melestarikan.

Sumber: Radio R2B Rembang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Mahkamah Konstitusi Gelar Sidang Perdana, Perselisihan Hasil Pemilu

10 Tahun UU Narkotika: Seperti Apa Implementasinya?

Sidang Perdana Sengketa Pemilu

Cek Fakta: Misleading Content KPU Panik

What's Up Indonesia