Mayoritas Warga Sampang Terima Pengungsi Syiah Kembali

Pemerintah Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur diminta membatalkan rencana pemindahan pengungsi jamaah Syiah ke daerah lain. Pasalnya, sebagian besar masyarakat di Desa Karanggayam diklaim bersedia menerima kembali warga jamaah Syiah yang mengungsi.

NUSANTARA

Senin, 20 Mei 2013 11:29 WIB

Author

Agus Lukman

Mayoritas Warga Sampang Terima Pengungsi Syiah Kembali

Warga Sampang, Pengungsi Syiah

KBR68H, Jakarta - Pemerintah Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur diminta membatalkan rencana pemindahan pengungsi jamaah Syiah ke daerah lain. Pasalnya, sebagian besar masyarakat di Desa Karanggayam diklaim bersedia menerima kembali warga jamaah Syiah yang mengungsi.

Pengacara pendamping jamaah Syiah, Hertasning Ichlas mengatakan, ia akan mengumpulkan tanda tangan warga kampung yang bersedia menerima kembali jamaah Syiah sebagai bukti, dan kemudian menyerahkan kepada pemerintah Kabupaten Sampang.

"Kami sendiri yang melakukan riset di kampung di akar rumput itu mengatakan, mayoritas penduduk di Bluwuran dan Karanggayam itu menerima pengungsi itu kembali. Karena alasan-alasan adat, mereka punya konsep kekerabatan "tretan dibik", kekerabatan itu sangat penting, hubungan darah. Membuat mereka punya ikatan yang sangat kuat. Ini ingin kita buktikan dengan mengumpulkan sebanyak mungkin tanda tangan warga akar rumput yang mendukung kepulangan pengungsi," jelas Hertasning Ichlas.

Pengacara pendamping jamaah Syiah, Hertasning Ichlas menambahkan kesediaan warga desa di Sampang juga dibuktikan saat kegiatan Prakarsa Perdamaian yang digelar sebanyak tiga kali di sejumlah tempat di Jawa Timur. Saat itu warga setempat ingin agar para pengungsi pulang kembali ke kampung halaman.

Saat ini ratusan warga Syiah masih terusir dari kampung halamannya di Desa Karanggayam dan Desa Blauran, Kabupaten Sampang. Mereka mengungsi di GOR Sampang sejak diserang kelompok anti Syiah pada Agustus tahun lalu. Awal Juni mendatang perwakilan warga Syiah akan menggelar aksi bersepeda dari Sampang menuju Jakarta, untuk menyampaikan keluhan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono

Editor: Anto Sidharta

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 17

Foto Ikatan Besar Mahasiswa UI Tidak Akui Jokowi - Ma'ruf Hoaks

Jokowi Didesak Tuntaskan Kasus Pelanggaran HAM di Periode Kedua

Kanker Payudara dan Tubuh Perempuan

Kabar Baru Jam 15