Bagikan:

Masyarakat Masih Nilai Pemimpin dari Fisik dan Citra

Bangsa Indonesia saat ini masih menganut teori kepemimpinan orang besar. Masyarakat lebih fokus dan tertarik pada sosok pemimpin dari sisi fisik dan citra. Sementara itu mereka tidak melihat hasil-hasil pembangunan yang telah dihasilkan dari sosok sang pe

NUSANTARA

Rabu, 08 Mei 2013 17:13 WIB

Masyarakat Masih Nilai Pemimpin dari Fisik dan Citra

pemimpin, indonesia, citra, Agus Widjojo

KBR68H, Yogyakarta - Bangsa Indonesia saat ini masih menganut teori kepemimpinan orang besar. Masyarakat lebih fokus dan tertarik pada sosok pemimpin dari sisi fisik dan citra. Sementara itu mereka tidak melihat hasil-hasil pembangunan yang telah dihasilkan dari sosok sang pemimpin tadi.

“Masyarakat misalnya melihat Bung Karmo sebagai pemimpin kharismatik dan pandai berpidato. Sedangkan di sisi lain melihat Pak Harto tidak punya daya tarik lebih namun justru mampu meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat,” papar beks Kepala Staf Teritorial (Kaster) TNI AD, Agus Widjojo pada Seminar di UGM.

Menurut Agus, hal terpenting yang perlu diperhatikan dari sebuah kepemimpinan adalah bagaimana proses yang terjadi kepada organisasi yang dipimpin dan para pengikutnya. Apakah organisasi yang dipimpinnya maju dan berkembang atau tidak. Selain itu apakah para pengikutnya akan efektif dan merasakan kesejahteraan atau belum.

Untuk itu Agus berharap masyarakat bisa lebih pandai dalam memilih seorang pemimpin. Pemimpin yang memiliki komitmen nilai, etika serta berkarakter profesional. Seorang pemimpin yang mampu memotivasi para pengikutnya.

Indonesia menurutnya mempunyai modal agar ekonominya tumbuh dan berkembang, seperti populasi penduduk yang besar serta sumber daya alam yang melimpah. Ia berharap agar masyarakat tidak buru-buru bangga dengan pertumbuhan ekonomi yang diraih saat ini sebesar 6%. Pertumbuhan ekonomi yang diraih saat ini, kata Agus, tidak semata-mata optimalisasi potensi yang ada namun juga karena faktor eksternal.

Sumber: radio Unisi 

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Jalan Buntu Penolakan Pemekaran Wilayah Papua