Krisis Pangan, 300 Keluarga di Merauke Mengungsi ke Hutan

Warga Kampung Sabon, distrik Waan, Kabupaten Merauke, Papua mengalami krisis pangan. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Merauke, Soter Kamiawi mengungkapkan, warga di kampung itu mengalami krisis pangan sejak 6 bulan lalu, setelah kampung mere

NUSANTARA

Rabu, 29 Mei 2013 15:06 WIB

Author

Abdul Syah

Krisis Pangan, 300 Keluarga di Merauke Mengungsi  ke Hutan

Krisis Pangan, Keluarga di Merauke, Mengungsi

KBR68H, Merauke – Warga Kampung Sabon, distrik Waan, Kabupaten Merauke, Papua mengalami krisis pangan.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Merauke, Soter Kamiawi mengungkapkan, warga di kampung itu mengalami krisis pangan sejak 6 bulan lalu, setelah kampung mereka di terjang air pasang. Warga di kampung tersebut kini bertahan hidup dengan mengandalkan hasil hutan seadanya.

“Ada sekitar 300 keluarga yang kini terpaksa mengungsi ke hutan dengan membuat befak. Itu terpaksa dilakukan karena hasil pertanian mereka rusak, mereka kini hanya bertahan hidul dengan mengandalkan makanan dari hutan,” ungkap Soter Kamiawi.

Soter Kamiawi menjelaskan, bencana ini sudah di laporkan ke pemerintah daerah, namun belum ada tindak lanjut.

”Beberapa waktu lalu masalah ini sudah di laporkan ke pemerintah, namun janji untuk memgirim bahan pokok hingga kini belum dilakukan,” ungkapnya Soter Kamiawi.

DPRD Merauke, kata dia, tengah berupaya bemberi bantuan beras 50 ton. ”Berasnya sudah ada, tinggal di kirim saja lewat jalur laut,” ujarnya.

Distrik Waan merupakan daerah pulau terluar yang sulit dijangkau baik laut dan udara. Daerah ini setiap tahunnya menjadi daerah langganan bencana air pasang. Sentuhan pembangunan di daerah ini jauh dari harapan. “Bencana air pasang ini setiap tahun terjadi di daerah itu, karena daerah ini adalah pulau kecil yang dikelilinggi oleh Laut Arafura.” Jelas  Soter.

Editor: Anto Sidharta

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Belgia Kewalahan Hadapi Gelombang Pandemi

Penerimaan Masyarakat terhadap Vaksin Covid-19 Masih Rendah

Ronde 6 - Petani Tembakau

Kabar Baru Jam 8