Bagikan:

Kampanye Save Indonesia dan Bangga Kuliah di Yogya

KBR68H, Yogyakarta - Ada banyak cara yang bisa ditempuh untuk mengkampanyekan Indonesia yang aman dan nyaman.

NUSANTARA

Selasa, 21 Mei 2013 13:21 WIB

Kampanye Save Indonesia dan Bangga Kuliah di Yogya

kampanye, save indonesia, bangga kuliah di yogya, yogyakarta

KBR68H, Yogyakarta - Ada banyak cara yang bisa ditempuh untuk mengkampanyekan Indonesia yang aman dan nyaman. Seperti yang dilakukan oleh Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Wilayah V bersama organisasi Save Indonesia yang melakukan kegiatan jalan sehat bersama ratusan Rektor Perguruan Tinggi Swasta (PTS) DIY, akhir pekan lalu, di Titik Nol Kilometer Yogyakarta.

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 06.00 WIB tersebut menjadi tonggak bersejarah dukungan masyarakat DIY untuk mendukung gerakan Save Indonesia dan kampanye Bangga Kuliah di Yogya.

Ketua Umum APTISI Edy Suandi Hamid mengatakan, kegiatan ini sangat tepat sebagai salah satu jalan untuk terus menumbuhkan toleransi dan penghargaan terhadap aneka ragam budaya di Yogyakarta.

“Dengan memegang dan menjaga prinsip Unity in Diversity (Persatuan didalam Keragaman), saya berharap Indonesia semakin maju dan Yogya semakin aman. Selain itu, mahasiswa yang berasal dari daerah-daerah untuk tidak menunjukan superioritas kedaerahannya tetapi mengedepankan kebhinekaan untuk bersatu. Sehingga keberagamaan tersebut akan melahirkan persatuan dan kesatuan untuk menuju Indonesia yang aman dan nyaman,”ungkapnya.

Sementara itu, Koordinator Kopertis Wilayah V Bambang Supriyadi mengatakan masih ada tantangan untuk APTISI ke depannya. Ia menambahkan, dari 114 perguruan tinggi swasta yang ada, terdapat 14% yang masih belum maju dan butuh pembinaan.  Hal tersebut adalah tanggung jawab APTISI untuk menciptakan pendidikan yang sehat sebagai langkah menuju Indonesia maju.

Sumber: Radio Unisi FM

Editor: Doddy Rosadi

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Jalan Buntu Penolakan Pemekaran Wilayah Papua