Hardiknas, Pelajar di NTB Demo Tuntut Hapus UN

Tiga gelombang aksi unjuk rasa menduduki gedung DPRD NTB di Jalan Udayana Mataram Kamis (02/05) dalam rangkaian peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas).

NUSANTARA

Kamis, 02 Mei 2013 15:33 WIB

Author

Radio Global FM Lombok

Hardiknas, Pelajar di NTB Demo Tuntut Hapus UN

hardiknas, demo pelajar, NTB

KBR68H, Mataram- Tiga gelombang aksi unjuk rasa menduduki gedung DPRD NTB di Jalan Udayana Mataram Kamis (02/05) dalam rangkaian peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Sekitar 500 orang pengujuk rasa berasal dari kalangan pelajar dan mahasiswa di Mataran. Aksi unjuk rasa ini mendapat pengawalan yang cukup ketat dari aparat kepolisian Mataram.

Salah satu elemen pelajar yang berunjuk rasa di gedung DPRD NTB adalah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Provinsi NTB. Sementara elemen mahasiswa dan ormas yang berunjuk rasa diantaranta Ikadan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Sarikat Mahasiswa Indonesia (SMI) Mataram, Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) dan PMII.

Pelajar dan mahasiswa memprotes keras pelaksanaan Ujian Nasional (UN) yang berlangsung dengan karut marut di NTB. Mereka meminta agar UN segera dihapus oleh pemerintah pusat. Sementara itu program bina lingkungan yang diterapkan oleh sekolah-sekolah negeri dinilai merugikan para siswa.

Anggota komisi IV Bidang Pendidikan DPRD NTB Endang Yuliati mengatakan, pihaknya akan mendatangi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk mempertanyakan kebijakan UN. Sementara program bina lingkungan merupakan program pemerintah kabupaten kota, bukan program pemerintah provinsi. Namun ia berencana memanggil kepala Dikpora NTB untuk menjelaskan persoalan tersebut

"Dan kami akan berkunjung ke Kementrian (Dikbud) itu untuk mendiskusikan tentang hal tersebut. Selanjutnya juga tentang hapus Ujian Nasional ini juga akan kami suarakan kepada pemerintah pusat,” jawab Enda

Sementara sebagian besar mahasiswa berunjuk rasa guna memprotes komersialisasi pendidikan. Mereka menyebut biaya pendidikan di beberapa perguruan tinggi di Mataram seperti di Unram, UMM dan IKIP Mataram melonjak tajam. Tidak hanya itu, pungutan liar di beberapa kampus juga marak sehingga merugikan mahasiswa. Pengunjuk rasa juga mengkritik keras kebijakan beberapa kampus yang memberikan sanksi skorsing bagi mahasiswa lantaran berunjuk rasa.

Sumber: Radio Global FM Lombok

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 12

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

TNI Disusupi Radikalisme