Gugatan Terhadap Pemkot Bandung Soal Babakan Siliwangi !

Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandung mengajak seluruh warga kota untuk melayangkan gugatan terhadap pemerintah setempat, guna menolak pembangunan restoran bertingkat di kawasan Babakan Siliwangi oleh PT. Esa Gemilang Indah.

NUSANTARA

Rabu, 22 Mei 2013 22:12 WIB

Author

Arie Nugraha

Gugatan Terhadap Pemkot Bandung Soal Babakan Siliwangi !

gugatan, babakan siliwangi, pemkot bandung, portalkbr


KBR68H, Bandung - Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandung mengajak seluruh warga kota untuk melayangkan gugatan terhadap pemerintah setempat, guna  menolak pembangunan restoran bertingkat di kawasan Babakan Siliwangi oleh PT. Esa Gemilang Indah.

Menurut Ketua LBH Bandung Arip Yogiawan,  tidak hanya warga setempat yang diajak untuk menggugat pemerintah kota tetapi masyarakat internasional diharapkan melakukan hal serupa.

"Babakan Siliwangi bukan hanya milik warga Kota Bandung. Babakan Siliwangi sudah ditetapkan menjadi hutan kota dunia sehingga kerusakan terhadap Babakan Siliwangi berlaku terhadap dunia saya pikir. Sehingga LBH, Walhi mengajak tidak hanya warga Bandung tetapi warga Jawa Barat dan bahkan Indonesia untuk beramai-ramai melakukan gugatan kepada pemerintah kota," ujarnya di Kantor LBH, jalan Ir. H. Djuanda, Bandung.

Ketua LBH Bandung Arip Yogiawan menyebutkan, gugatan warga bisa disampaikan melalui situs www.changes.org atau datang langsung ke kantor LBH Bandung serta Walhi Jawa Barat. Arip menjelaskan semakin banyak gugatan yang terkumpul bisa menekan pemerintah untuk segera mencabut izin pembangunan di Babakan Siliwangi.

Berdasarkan data yang dihimpun dari situs www.changes.org dan dua posko gugatan sebanyak 5200 lebih tanda tangan telah terkumpul untuk menyelamatkan kawasan Babakan Siliwangi dari komerisalisasi yang telah ditetapkan organisasi negara internasional PBB, sebagai hutan kota dunia.


Editor: Nanda Hidayat

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Strategi Pembiayaan Lingkungan Hidup

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17