Gubernur Jatim: Warga Syiah Tidak Akan Direlokasi

KBR68H, Surabaya - Gubernur Jawa Timur Soekarwo menjamin warga pemeluk ajaran Syiah tidak akan direlokasi atau diusir dari GOR Sampang.

NUSANTARA

Senin, 20 Mei 2013 14:23 WIB

Author

Petrus Riski

Gubernur Jatim: Warga Syiah Tidak Akan Direlokasi

warga syiah, sampang, janji gubernur, jawa timur, relokasi

KBR68H, Surabaya - Gubernur Jawa Timur Soekarwo menjamin warga pemeluk ajaran Syiah tidak akan direlokasi atau diusir dari GOR Sampang. Saat ini Pemprov Jawa Timur belum memiliki solusi yang tegas untuk menyelesaikan konflik Syiah dan Sunni di Sampang.

“Tidak ada, tidak adalah, bukan siapnya tidak ada pengusiran itu,” kata Soekarwo.

Sebelumnya, DPR berencana memanggil Gubernur Jawa Timur, Soekarwo dan Bupati Sampang, Fannan Hasib terkait rencana relokasi warga Syiah Sampang. Hingga kini sekira 160 pengungsi Syiah masih menempati GOR Sampang. Mereka menanti penyelesaian atas konflik yang menimpa.

Warga Syiah yang kini mengungsi juga meminta Pemkab memperbaiki rumah mereka yang dirusak kelompok intoleran, agar bisa kembali ditempati. Pemimpin Syiah Sampang Iklil Almilal mengungkapkan kini pengungsi hanya memiliki persediaan makanan satu bulan ke depan, karena pemkab tak lagi memberikan bantuan.

Sebelumnya, warga Syiah di Sampang, Madura, Jawa Timur, sedang menyiapkan surat wasiat yang ditandatangani oleh seluruh penganut Syiah untuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Menurut kuasa hukum warga Syiah Hertasning Ichlas, surat wasiat ini berisi soal kondisi mereka yang sangat terancam, namun pemerintah daerah tidak peduli. Untuk itu, mereka sangat menginginkan Presiden dapat mengambil alih masalah ini. Sampai saat ini surat wasiat itu sudah ditandatangani 200-an warga Syiah yang masih berada di Sampang.

Editor: Doddy Rosadi

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17