Di Rembang, Korban Kekerasan Terhadap Anak Kerap Diintimidasi

Korban kekerasan terhadap anak dan perempuan di kabupaten Rembang, masih sering menerima intimidasi.Tekanan itu berasal dari keluarga pelaku, warga sekitar, perangkat desa, bahkan para preman kampung.

NUSANTARA

Senin, 13 Mei 2013 13:48 WIB

Author

Radio R2B Rembang

Di Rembang, Korban Kekerasan Terhadap Anak Kerap Diintimidasi

kekerasan anak dan perempuan, rembang, intimidasi, KPAD

KBR68H, Rembang – Korban kekerasan terhadap anak dan perempuan di kabupaten Rembang, masih sering menerima intimidasi.Tekanan itu berasal dari keluarga pelaku, warga sekitar, perangkat desa, bahkan para preman kampung.

Relawan pendamping korban kekerasan anak dan perempuan, Agung Ratih Kusumawardhani mencontohkan yang terbaru kasus pencabulan anak perempuan di kecamatan Pamotan. Keluarga korban didesak mencabut laporan di Polres Rembang, sambil menebarkan bibit ancaman. Sesekali ada pula preman sengaja mabuk Miras di dekat rumah korban, diduga untuk menakut nakuti.

Agung Ratih yang juga merupakan pegawai negeri sipil di Badan Pemberdayaan Masyarakat Dan Keluarga Berencana (BPMKB) Kab. Rembang ini menambahkan jika pelaku sudah dewasa, layak diganjar hukuman berat. Tetapi jika pelakunya juga masih anak dibawah umur, ia menyarankan untuk diselesaikan lewat jalur musyawarah di tingkat desa lebih dulu.

Belakangan ini BPMKB bersama Plan Indonesia dan pemerhati masalah perempuan dan anak terus mensosialisasikan restorasi justice atau penyelesaian kasus berbasis masyarakat, sekaligus mengedepankan kearifan lokal. Plan telah membentuk Komisi Perlindungan Anak Desa (KPAD) di 30 desa, sehingga mereka yang akan banyak mengambil peran mendampingi penyelesaian kasus. Jika tetap buntu, barulah diserahkan kepada aparat kepolisian.

Agung Ratih menambahkan pihaknya berencana tahun ini, memperluas jaringan tersebut melalui pembentukan KPAD baru di 28 desa, targetnya di setiap kecamatan ada dua desa. Harapannya masyarakat akan semakin peduli, sehingga tidak ada lagi tekanan bagi korban kekerasan.

Perangkat desa, tokoh agama dan tokoh masyarakat ikut dimasukkan supaya kinerja KPAD benar benar efektif.

Sumber: Radio R2B Rembang

Editor: Suryawijayanti 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Cerdik Kelola THR

Kabar Baru Jam 8

Soal Kerumunan, Kegiatan Ibadah dan Ancaman Virus Covid-19 Varian Baru

Jihad itu Sebenarnya Apa Sih?