Berlibur ke Danau Toba Tidak Lagi Harus Melalui Medan

KBR68H

NUSANTARA

Kamis, 16 Mei 2013 16:50 WIB

Author

Doddy Rosadi

Berlibur ke Danau Toba Tidak Lagi Harus Melalui Medan

danau toba, bandara silangit, samosir, mangadar simbolon

KBR68H – Bandara Silangit yang terletak di Kabupaten Tapanuli Utara Sumatera Utara akan dijadikan bandara bersama dengan Kabupaten Samosir. Bupati Samosir Mangadar Simbolon mengatakan, bandara itu nantinya akan digunakan untuk menampung penerbangan wisawatan mancanegara dan lokal yang ingin berkunjung ke Danau Toba. Dengan demikian, wisatawan yang ingin mengunjungi Dana Toba tidak perlu lagi harus melalui Medan.

“Ibu Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Pangestu tadi sudah bilang, pergunakan saja Bandara Silangit untuk untuk kepentingan pariwisata. Sehingga orang yang mau ke Danau Toba bisa langsung ke Bandara Silangit, yang jaraknya hanya 30 menit ke Danau Toba dan satu jam ke pulau Samosir. Pada 2014, Bandara Silangit juga akan menjadi bandara internasional,”kata Mangidar kepada KBR68H, di sela-sela acara Asosiasi Pemerintahan Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) di Jakarta, Rabu (15/5).

Bupati Samosir Mangidar Simbolon menambahkan, nantinya akan ada sejumlah penerbangan dari luar negeri yang akan mendarat di Bandara Silangit. Menurut dia, cara ini dilakukan agar wisatawan bisa menempuh jarak yang tidak terlalu jauh untuk menuju Danau Toba.

Kata dia, konsep penggunaan Bandara Silangit sebagai bandara bersama dicetuskan oleh Menteri BUMN Dahlan Iskan ketika masih menjabat sebagai Dirut PLN. Ketika itu, Dahlan menyarankan harus ada insfrastruktur seperti bandara untuk wisatawan yang ingin ke Danau Toba. Sejak awal tahun ini, Bandara Silangit tidak lagi dikelola oleh Kementerian Perhubungan melainkan di tangan PT Angkasa Pura II.

Nantinya, Bandara Kuala Namu hanya akan fokus untuk penerbangan internasional. Sedangkan Bandara Silangit akan melayani penerbangan khusus untuk wisatawan yang ingin berkunjung ke Danau Toba.

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Ramadan Kelabu Korban Gempa Malang

Kabar Baru Jam 7

Maqam Ibrahim: Mengaji Artefak Arkeologi

Kebebasan dalam Berpakaian

Kabar Baru Jam 8