Anggota TNI di Deli Serdang Terlibat Komplotan Bajing Loncat

Seorang pria berbadan besar yang diduga anggota oknum TNI-AD dihajar massa karena terlibat dalam komplotan perampok

NUSANTARA

Jumat, 03 Mei 2013 20:25 WIB

Author

Radio Star News FM

Anggota TNI di Deli Serdang Terlibat Komplotan Bajing Loncat

Anggota TNI, Bajing Loncat

KBR68H, Medan - Seorang pria berbadan besar yang diduga anggota oknum TNI-AD dihajar massa karena terlibat dalam komplotan perampok “bajing loncat” yang beraksi di Jalan Jamin Ginting Kecamatan Sibolangit Deli Serdang, Kamis (2/5) dini hari. Diketahui oknum itu berinisial S (30) warga Lubuk Pakam Kabupaten Deli Serdang.

Menurut data yang didapat, menurut supir truk Alexander Ginting (25) yang menjadi korban dari kelompok bajing loncat itu, pada Rabu (1/5) sekira pukul 18.00  WIB, dia bersama kernetnya Pinton Tarigan (39) membawa 8 ton buah kemiri yang akan diantar ke Jalan Binjai KM 12 Medan. Saat melintas  di Jalan Jamin Gintings Sibolangit Aleksander melihat dari kaca spion ada dua unit sepedamotor membuntutinya tanpa menyalakan lampu.

"Saya melihat kalau ada dua sepeda motor tanpa menyalakan lampu mengikuti. Karena takut saya memberhentikan truk saya di tempat yang ramai orang," katanya.

Lanjut Alex, ketika truk colt diesel BK 8969 CF yang dikemudikannya berhenti, warga yang berada di warung tuak itu melihat seorang pria melompat dari atas truk. Warga  curiga kalau pria itu kawanan bajing loncat. Beberapa saat kemudian  datang dua pria mengendarai sepedamotor jenis Satria langsung membawa pria yang turun dari truk yang dikemudikan Alexander.

"Sebelum turun dari dalam truk, aku  mendengar teriakan  "bajing loncat" dari warga. Aku  berusaha mengejarnya tapi tak berhasil karena dihadang ketiga pria yang melarikan diri itu," ujarnya.

Menyusul kemudian, datang  pria S mengendarai sepedamotor jenis Vixion warna merah dan berhenti di salah satu klinik tidak jauh dari lapo tuak tersebut. Karena curiga tak menyalakan lampu sepedamotornya, warga pun menghampiri pria tersebut sembari menanyakan tujuannya.

Pria ini pun terlihat gugup, dia mengaku hendak  memperbaiki lampu sepedamotornya, lalu berubah lagi dengan mengatakan mau berobat karena ia sakit gula. Ketika identitasnya ditanya warga, pria berinisial S ini  tak bisa  memperlihatkannya, karena memang tak membawa kartu identitas. Karena kecurigaan warga semakin kuat, apalagi  di daerah Sibolangit kerap terjadi aksi "bajing loncat" terhadap truk-truk, tersangka langsung dipukuli massa.

Selanjutnya,  salah seorang warga  menghubungi petugas Polsek Pancur Batu. Tak lama kemudian, Tim Reskrim Polsek Pancur Batu tiba di lokasi kejadian. Untuk pengusutan lebih lanjut, tersangka digiring ke komando. Petugas juga membawa  sopir truk Aleksander Ginting dan Pinton (kernet) bersama truknya untuk dimintai keteranganya.

Diakui Aleksander Ginting, tenda penutup buah kemiri sudah koyak. Bahkan, kunci besi penutup bak sempat dirusak oleh "bajing loncat" tersebut.

Sekira pukul 10.30 Wib, petugas Polisi Militer datang menjemput tersangka ke Polsek Pancur Batu, mengingat si pria itu oknum anggota TNI AD yang masih aktif.

Kapolsek Pancur Batu Kompol Darwin Sitepu ketika dikonfirmasi membenarkan dan telah menyerahkan pria itu ke pihak Denpom.

Sumber: Star News

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Perempuan dan Anak Korban Kekerasan Keluarkan Biaya Sendiri untuk Visum

Tantangan Dalam Reintegrasi Eks-Napiter dan Orang Yang Terpapar Paham Radikalisme

Kabar Baru Jam 15