Bagikan:

Polisi Pukul Sopir Truk di Jombang

Afan mengira polisi tengah mengejar sepeda motor, bukan truknya.

NUSANTARA

Senin, 11 Apr 2022 22:21 WIB

Polisi Pukul Sopir Truk di Jombang

Kapolres Jombang, M Nurhidayat mempertemukan Afan sopir truk dan dua anggota polisi yang terlibat pemukulan di Polres, Senin, (11/4). Foto: KBR/Muji Lestari

KBR, Jombang- Dua anggota polisi di Jombang viral gara-gara memukul seorang sopir truk. Video aksi polisi itu menyebar di sejumlah grup media sosial.

Polres Jombang mengakui video viral terkait aksi pemukulan tersebut dilakukan anggota mereka, tepatnya di Jalan Raya Desa Jabon. Ada dua video yang tersebar, yakni berdurasi 30 detik dan 15 detik.

Polres Jombang mengklaim telah memberikan sanksi kepada dua anggota Satlantas itu, karena melanggar kode etik. Masing-masing berpangkat Ajun Inspektur Polisi Satu (Aiptu) dan Ajun Inspektur Polisi Dua (Aipda).

Kapolres Jombang, AKBP M Nurhidayat menyebut peristiwa pemukulan terjadi karena ada miskomunikasi. Namun kata dia, kasus ini telah diselesaikan. Sang sopir, Afan (23) asal Klaten, Jawa Tengah, dan dua personel Satlantas Jombang telah berdamai dan saling memaafkan.

"Memang ada mis, dan alhamdulillah kedua belah pihak bisa memahami dan menyadari dan berdamai, untuk anggota kami tetap dan kami pastikan tetap melaksanakan proses kode etik karena bagaimanapun tindakan kekerasan tidak dibenarkan, di luar konteksnya," katanya, Senin (11/4/2022) di Mapolres Jombang.

Kapolres mengakui telah memerintahkan kepada anggotanya melakukan penindakan kepada setiap truk yang membawa muatan melebihi kapasitas atau tonase yang tidak sesuai ketentuan.

"Memang saya perintahkan di lapangan menindak truk yang membawa muatan tak sesuai, itu tanggung jawab saya karena memang banyak keluhan yang kami terima," tandasnya.

Sopir Truk Maafkan Polisi

Sementara itu, Afan, sopir truk asal Klaten ini memastikan tidak akan melanjutkan perkara pemukulan tersebut. Dia mengaku telah memaafkan dua anggota polisi itu.

"Kami sudah saling memaafkan yang selanjutnya kekeluargaan yang saya harapkan," katanya.

Afan mengatakan saat kejadian dirinya tak menyadari telah dikejar polisi yang memintanya berhenti. Dia beralasan, saat itu ada sebuah sepeda motor yang berjalan searah di belakangnya.

Ia mengira polisi tengah mengejar sepeda motor itu, bukan truknya. Sehingga Afan terus saja mengemudi sampai melewati dua traffic light.

Saat itu dirinya tengah melakukan perjalanan dari Trowulan Mojokerto menuju Bojonegoro. Truk yang dia kemudikan juga dalam kondisi kosong tanpa muatan.

"Karena saat itu ada marka panjang saya kira sepeda motor yang mau nyalip itu yang mau diberhentikan. Begitu saya tahu saya sein dan berhenti pak polisi langsung memukul dan merebut kunci saya," tandasnya.

Merebut Kunci dan Memukul

Dalam video berdurasi 30 detik yang beredar memperlihatkan anggota polisi berusaha memukul sang sopir. Tak hanya itu, pria berseragam cokelat tersebut juga berusaha merebut kunci kemudi truk.

Sopir dan kenek berusaha menghindari upaya pemukulan tersebut sembari berteriak minta tolong.

"Piye iki tulung (bagaimana ini, tolong), penganiayaan pak jangan kayak gini, apa-apaan ini polisi kayak gini," suara dalam rekaman video pertama.

Sementara, dalam video kedua berdurasi 15 detik terlihat sang sopir berkaus merah mengaku telah mengalami penganiayaan oleh dua personel polisi hingga wajahnya bengkak. Sopir itu juga mengaku kejadian tersebut berlokasi di Jombang, Jawa Timur.

"Pengaiayaan soko (dari) polisi arep nyegat (yang mau mencegat), tapi ngampleng (menempeleng) loh, bapak'e iki siji kalian kae, kejadian ten Jombang," kata pria itu sembari menunjukkan wajahnya yang memerah.

Baca juga:

Editor: Sindu

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Edu Talk IV YPA-MDR: Go Digital Melalui Media Ajar Interaktif