Bagikan:

Mahasiswa Jabar Tuntut Pemerintah Segera Stabilkan Harga Kebutuhan Pokok

"Pandangan kita justru ketika pertamax dinaikkan maka masyarakat akan beralih ke pertalite dan itu akan mengosongkan pertalite. Ketika pertalite kosong maka subsidi atas perlite yang akan diambil,"

NUSANTARA

Senin, 11 Apr 2022 19:19 WIB

Mahasiswa Jabar Tuntut Pemerintah Segera Stabilkan Harga Kebutuhan Pokok

Aliansi Mahasiswa Jabar Menggugat berunjuk rasa di depan Kantor Gubernur Jabar, Senin (11/4/22). Pemerintah dituntut mengurus rakyatnya. (KBR/Arie Nugraha)

KBR, Bandung - Aliansi Mahasiswa Jabar Menggugat (AMJM) menuntut pemerintah segera menstabilkan pelbagai kebutuhan pokok yang kini kian meningkat di seluruh Indonesia.

Dalam aksinya di depan Kantor Gubernur Jawa Barat, salah seorang pimpinan Aliansi Mahasiswa Jabar Menggugat, Agung Adrian menilai pemerintah gagap mengurus ekonomi secara umum.

"Terkait ekonomi pada awalnya kita tahu di beberapa bulan dari bulan Oktober 2021 gamang soal harga minyak. Kemudian dilanjut pada bulan Februari 2022 harga minyak dinaikkan. Setelahnya baru masuk ke Pertamax yang dinaikkan. Pandangan kita justru ketika Pertamax dinaikkan maka masyarakat akan beralih ke Pertalite dan itu akan mengosongkan Pertalite. Ketika pertalite kosong maka subsidi atas Pertalite yang akan diambil," tegas Agung, di di depan Kantor Gubernur Jawa Barat, Bandung, Senin, (11/4/2022).

Menurutnya, cara itu merupakan taktik pemerintah mencabut subsidi Pertalite. Selain itu, perbaikan sektor ekonomi seharusnya menjadi agenda prioritas yang harus segera dituntaskan pemerintah.

"Ketimbang membicarakan soal perpanjangan jabatan presiden tiga periode," kata Agung.

Ia juga beralasan, masyarakat saat ini tidak mempedulikan masa jabatan presiden. "Masyarakat lebih mempedulikan harga bahan bakar dan minyak goreng yang terus dijual dengan harga tinggi," tegas Agung Adrian.

Baca juga:

Sementara itu Kapolresta Bandung Aswin Sipayung menyebut, Kepolisian mengerahkan 820 anggotanya menjaga unjuk rasa.

"Atas perintah Kapolri sebagai pimpinan, unras (unjuk rasa) mahasiswa kita perintahkan anggota tidak ada senpi, pentungan kita nggak bawa, kita hanya pasang badan saja. Jadi itu untuk mengamankan saja," katanya.

Aswin menambahkan, penjagaan massa aksi juga dilakukan secara persuasif, melalui pendekatan komunikasi.


Editor: Kurniati Syahdan

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Upaya Pemerintah Mengatasi KLB Polio