Bagikan:

Berayah Warga Myanmar, Akhirnya Henz Songjanan Bisa Dilantik Jadi Prajurit TNI AD

“Mereka sudah hidup puluhan tahun di sini, mereka warga Maluku dan kesalahan orang tua tidak boleh menimpa anaknya."

NUSANTARA

Kamis, 14 Apr 2022 07:30 WIB

KSAD Jenderal Dudung Abdurahman bersama dengan siswa calon tamtama,  Henz Songjanan, di Bandara Patt

KSAD Jenderal Dudung Abdurahman bersama dengan siswa calon tamtama, Henz Songjanan, di Bandara Pattimura Ambon, Maluku, Rabu (14/4/22). (KBR/Vano)

KBR, Ambon– Kepada Staf Angkatan Darat (KSAD)  Dudung Abdulrahman memastikan, siswa calon tamtama TNI AD, Henz DJ Songjanan pada Sabtu (16/4) ini, akan  dilantik sebagai prajurit TNI-AD.

KSAD Dudung Abdurahman menyampaikan kabar gembira tersebut, usai memberikan kuliah umum di Auditorium Unpatti, Ambon, Rabu (13/4/2022)

“Mereka sudah hidup puluhan tahun di sini, mereka warga Maluku dan kesalahan orang tua tidak boleh menimpa anaknya. Sehingga kebijakan saya kepada Pangdam coba dibantu untuk menyelesaikan administrasinya,” kata Dudung.

Diakui KSAD ada hal yang dilanggar oleh orang tuanya (Ayahnya) saat pengecekan berkas administrasi, yang ternyata masih berkebangsaan Myanmar.

“Memang dalam pelaksanaan pendidikan tidak serta merta pemeriksaan administrasi saat itu saja, tetapi kita cek juga selama dia mengikuti pendidikan. Bagaimana Babinsa di lapangan mengecek, termasuk intelijen,” jelas Dudung.

Kedepannya kata Dudung, persoalan penyelesaian administrasi yang tidak lengkap harus di lakukan dengan baik, agar  tidak menjadi beban bagi TNI.

Baca juga:

Sebelumnya pada 7 April 2022, seminggu jelang pelantikan sebagai prajurit TNI AD, Hens DJ Songjanan dipecat sebagai siswa calon tamtama TNI AD oleh Kodam XVI/Pattimura. Dia  dipecat karena status kependudukan ayahnya, yang merupakan nelayan asing asal Myanmar, dianggap tidak sah.

Ayah Hens, Mikael Songjanan, adalah warga negara Myanmar yang sudah lebih dari 20 tahun menetap di Desa Taar, Tual. Saat itu, Mikael datang ke sana sebagai nelayan asing.

Administrasi Hens dianggap tidak sah lantaran dokumen kependudukan ayahnya dicabut oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Tual. 

Sementara Ibu Hens berasal dari Desa Taar, Kota Tual, Maluku. Hens lahir, besar dan menempuh pendidikan di Tual. Ia juga memilih sebagai WNI mengikuti ibunya. 


Editor: Rony Sitanggang

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Haruskah Ikut Program Pengungkapan Sukarela?