Warga Sukoharjo Kembali Keluhkan Limbah PT RUM

Akibat limbah yang dihasilkan, warga sering merasa mual, pusing hingga sesak napas.

BERITA | NUSANTARA

Jumat, 16 Apr 2021 15:44 WIB

Author

Aninda Putri

Warga Sukoharjo Kembali Keluhkan Limbah PT RUM

Ilustrasi pencemaran limbah sungai. (Foto: dok/LIPI)

KBR, Semarang- Warga Desa Nguter, Sukoharjo, Jawa Tengah, yang berada di sekitar PT RUM, kembali mengeluhkan aroma busuk yang tercium dari limbah perusahaan tekstil tersebut. Hal ini disampaikan Manager Advokasi Wahana Lingkungan Hidup ( Walhi), Jawa Tengah, Iqbal Alma.

Karena itu Walhi mendesak mendesak pemerintah daerah setempat menindak tegas pencemaran lingkungan oleh PT Rayon Utama Makmur (PT RUM).

"Mendesak kepada Bupati Sukoharjo agar serius mengendalikan bau busuk limbah PT RUM, warga terdampak juga menuntut kepada DLH Jateng melakukan uji ulang kualitas baku mutu lingkungan dengan melibatkan warga. Lalu, menindaktegas PT RUM agar tak melakukan pencemaran lingkungan," ungkap Iqbal kepada KBR di Semarang, Jumat (16/04/21).

Menurut Iqbal, selama empat tahun PT RUM beroperasi banyak kerugian yang dirasakan warga akibat limbah yang dihasilkan, salah satunya warga sering merasa mual, pusing hingga sesak napas jika menghirup udara sekitar.

Belum lagi limbah sisa tekstil yang dihasilkan juga mencemari aliran sungai dan sawah-sawah warga. Tahun lalu masyarakat pernah melaporkan hal tersebut langsung pada Gubernur Jawa tengah, Ganjar Pranowo.

Saat itu Ganjar mengklaim telah melakukan koordinasi dengan warga, PT RUM dan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia. Bahkan ia telah meminta Komnas HAM memberikan data-data hasil penyelidikannya ke pemerintah daerah untuk mengetahui adanya dugaan pelanggaran.

Manager Advokasi Wahana Lingkungan Hidup ( Walhi), Jawa Tengah, Iqbal Alma menuntut sejumlah hal kepada Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Jawa Tengah. Pertama, meminta DLHK melakukan uji ulang kualitas baku mutu lingkungan dengan melibatkan warga terdampak. Kedua, menindak tegas PT RUM agar tidak melakukan pencemaran air dan udara. Dan terakhir menghentikan seluruh ketidakadilan yang dialami oleh warga terdampak.

Editor : Dwi Reinjani

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Lambannya Pencairan Bansos di masa PPKM Darurat

Kabar Baru Jam 8

Platform Para Pekerja untuk Saling Berbagi

Kabar Baru Jam 10