UNS Solo Uji Coba Kuliah Tatap Muka

Hari pertama uji coba perkuliahan tatap muka digelar di Fakultas Hukum, Fakultas Kedokteran, dan Fakultas Keolahragaan.

BERITA | NUSANTARA

Rabu, 07 Apr 2021 17:00 WIB

Author

Yudha Satriawan

UNS Solo Uji Coba Kuliah Tatap Muka

Seorang mahasiswa UNS Solo mencuci tangan sebelum mengikuti kuliah tatap muka, Rabu (7/4/2021). (Foto: KBR/Yudha Satriawan)

KBR, Solo - Universitas Sebelas Maret UNS Surakarta Jawa Tengah menggelar ujicoba perkuliahan tatap muka.

Rektor UNS Solo, Jamal Wiwoho mengatakan kuliah tatap muka dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Menurut Jamal, selama masa ujicoba di bulan April ini, tiap minggu diberlakukan secara bertahap untuk tiga fakultas dari 12 fakultas yang ada.

"Kita mencoba membuka diri dengan uji coba kuliah tatap muka. Kalau kita lihat sekarang sudah banyak sekolah tingkat SMP, SMA atau SMK yang sudah masuk tatap muka. Kami uji coba saat ini kuliah tatap muka dengan bersyarat dan bertahap," kata Jamal, Rabu (7/4/2021).

Jamal mengatakan saat ini ada 600 dosen yang sudah divaksinasi COVID-19, dari total 1200-an dosen di UNS.

Hari pertama uji coba perkuliahan tatap muka digelar di Fakultas Hukum, Fakultas Kedokteran, dan Fakultas Keolahragaan.

Mahasiswa yang akan mengikuti kuliah tatap muka wajib menjalani tes cepat, swab antigen atau GeNose dengan hasil negatif Covid-19.

Penggunaan ruang kuliah juga dibatasi maksimal 30 persen dari daya tampung saat kuliah sebelum pandemi.

Para mahasiswa dan dosen yang memasuki kampus hingga ruang kuliah wajib menjalani pemindaian suhu tubuh, memakai masker, mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer.

Durasi perkuliahan yang biasanya per mata kuliah sekitar 45 menit juga dipersingkat.

Ada sekitar 40 ribu mahasiswa dan dosen yang ada di UNS Solo. Saat ini masih menjalani kuliah daring.

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Ramai-ramai Mudik Dini

Ramadan (Masih) dalam Pandemi Covid-19

Kabar Baru Jam 8

Disability Right Fund (DRF) Mitra Disability People Organisation (DPO)