Keluarga Kru KRI Nanggala-402 Berdatangan ke Pangkalan TNI AL Banyuwangi

Setidaknya ada tiga keluarga Kru KRI Nanggala-402 tiba di Pangkalan TNI AL Banyuwangi.

BERITA | NUSANTARA

Senin, 26 Apr 2021 07:11 WIB

Author

Hermawan Arifianto

Keluarga Kru KRI Nanggala-402 Berdatangan ke Pangkalan TNI AL Banyuwangi

Keluarga Kru KRI Nanggala-402 Berdatangan ke Pangkalan TNI AL Banyuwangi, Jatim, Minggu (25/04). (KBR/Hermawan)

KBR, Banyuwangi-   Sejumlah keluarga Kru Kapal Selam KRI Nanggala-402 mendatangi Pangkalan TNI Angkatan Laut, Banyuwangi, Jawa Timur. Berdasarkan Pantauan KBR di lapangan, setidaknya ada tiga keluarga Kru KRI Nanggala-402 tiba di Pangkalan TNI AL Banyuwangi. 

Mereka adalah Sudarmaji ayah dari Sertu Mes Dedi Hari Susilo. Kemudian ada juga Mega Dian Pratiwi istri dari Serda Ede Pandu Yudha Kusuma dan keluarga dari Kopda Eta Kharisma DB yang berasal dari Probolinggo.

Keluarga dari Serda Ede Pandu Yudha Kusuma tampak berjalan kaki memasuki Markas Komando Lanal Banyuwangi. Sedangkan Sudarmaji, ayah dari Sertu Mes Dedi Hari Susilo terlihat menumpang salah satu kendaraan dinas TNI AL.

Sementara itu, hingga berita ini ditulis, tidak ada keterangan resmi dari Pangkalan TNI AL Banyuwangi, terkait kedatangan keluarga kru KRI Nanggala-402

Kapal selam KRI Nanggala-402 hilang kontak sejak Rabu (21/4/2021) pagi. TNI telah mengerahkan lima KRI dan satu holikopter yang melakukan operasi pencarian dengan kekuatan lebih dari 400 orang dalam proses pencarian kapal selam KRI Nanggala -402 tersebut.



Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Upaya Mencegah Penyebaran Covid-19 Klaster Idulfitri

Alokasi Bijak THR Masa Pandemi

Atasi Duka Sepeninggal Orang Tersayang

Kontroversi Pembatalan SKB 3 Menteri soal Seragam