covid-19

Kapolda Papua: Evakuasi Warga di Beoga Tidak Mudah

Kapolda Papua mengakui proses evakuasi warga tidak mudah.

BERITA | NUSANTARA

Selasa, 13 Apr 2021 12:56 WIB

Kapolda Papua: Evakuasi Warga di Beoga Tidak Mudah

Ilustrasi Demi Papua. Foto: ANTARA

KBR, Jayapura- Kapolda Papua mengirim satu peleton Brimob ke Distrik Beoga, Kabupaten Puncak. Pengiriman dilakukan pasca-penembakan yang menewaskan dua guru di sana. Pelakunya diduga Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Kapolda Papua, Mathius Fakhiri mengatakan pasukan Brimob yang dikirim adalah Satgas Nemangkawi di Mimika. Mereka akan melakukan penegakan hukum terhadap kelompok bersenjata yang diduga melakukan penembakan.

"Kita lagi berusaha untuk menggeser tambahan kekuatan ke Beoga. Tim tindak dari Satgas Namangkawi untuk melakukan penegakan hukum di sana. Apabila tim tindak telah sampai kita akan melakukan pengejaran terhadap mereka. Dari Polsek Beoga itu kan sudah ada juga anggota Brimob di sana 25 orang," kata Mathius Fakhiri, Senin (12/4/2021).

Evakuasi Warga Tidak Mudah

Kapolda menambahkan personel Brimob yang dikirim ke Puncak juga akan membantu mengevakuasi warga keluar Distrik Beoga, terutama masyarakat pendatang.

Saat ini sejumlah warga yang mengamankan diri ke Pos TNI Beoga, akan dievakuasi ke Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, yang merupakan daerah terdekat.

Kapolda Papua mengakui proses evakuasi warga tidak mudah. Sebab, akses keluar masuk Beoga, yang berada di ketinggian hanya bisa dilakukan dengan pesawat perintis atau helikopter.

Dua Guru Tewas

Pekan lalu, dua orang guru tewas diduga karena ditembak kelompok bersenjata di Kabupaten Puncak.

Korban pertama adalah guru SD bernama Oktovianus Rayo. Ia ditembak di Kampung Julukoma, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Kamis (8/4/2021).

Korban kedua, Yonatan Renden (28 tahun), yang merupakan guru honorer SMP N 1 Beoga. Ia diduga ditembak di Kampung Ongolan Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Jumat (09/04/2021).

Jenazah kedua korban telah dipulangkan ke Kabupaten Tanah Toraja, Sulawesi Selatan untuk dimakamkan.

Editor: Sindu Dharmawan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Say No To Drugs

Kabar Baru Jam 7

Aksi Remaja Tanpa Narkoba

Coki Pardede, Narkoba, dan Kreativitas

Kabar Baru Jam 8