Jelang Lebaran, Gubernur Jateng: Tidak Boleh Ada Pelepasan Balon Udara Secara Liar!

"Kalau mau dilaksanakan, bikin saja festival balon yang diikat dan tidak usah tinggi-tinggi. Dulu pernah dibuat di Pekalongan. Itu nanti malah bisa dilihatkan masyarakat, kan bagus."

BERITA | NUSANTARA

Kamis, 22 Apr 2021 22:46 WIB

Author

Anindya Putri

Jelang Lebaran, Gubernur Jateng: Tidak Boleh Ada Pelepasan Balon Udara Secara Liar!

Suasana Festival Balon Udara di Kertek, Wonosobo, Jawa Tengah, Sabtu (15/6/2019). (Foto: ANTARA/Aji Styawan)

KBR, Semarang - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melarang kegiatan pelepasan balon udara secara liar. Pelepasan balon udara di Jawa Tengah kerap terjadi sepekan pasca-lebaran.

Ganjar mengatakan penerbangan balon udara liar akan menganggu dan membahayakan aktivitas penerbangan pesawat udara.

"Dua bulan lalu kita sudah bicara soal itu. Kalau liar kita nggak boleh ada balon liar karena akan membahayakan penerbangan. Tapi kalau mau dilaksanakan, bikin saja festival balon yang diikat dan tidak usah tinggi-tinggi. Dulu pernah dibuat di Pekalongan. Itu nanti malah bisa dilihatkan masyarakat, kan jadi bagus," kata Ganjar di Semarang, Kamis (21/4/2021).

Ganjar meminta pemerintah daerah bertindak cepat mengantisipasi akivitas pelepasan balon udara, dengan mengatur balon harus diikat. Balon udara yang diikat pernah dilakukan di Kabupaten Pekalongan dan Wonosobo.

"Saya minta pemda juga sosialiasi ke masyarakat dan memberikan wadah dengan mengadakan festival balon," jelasnya.

Ganjar juga mememinta peran aktif masyarakat untuk memberikan informasi atau melaporkan jika menemukan titik pelepasan balon liar kepada aparat seperti Satpol PP atau kepolisian.

"Tolong masyarakat juga ikut menertibkan agar tidak ada lagi yang nekat melepas balon," imbuhnya.

Tradisi pelepasan balon liar di Jawa Tengah biasa dilakukan di sejumlah daerah seperti Pekalongan, Wonosobo, Purbalingga, Banjarnegara hingga Pemalang setiap sepekan setelah Lebaran.

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Upaya Mencegah Penyebaran Covid-19 Klaster Idulfitri

Alokasi Bijak THR Masa Pandemi

Atasi Duka Sepeninggal Orang Tersayang

Kontroversi Pembatalan SKB 3 Menteri soal Seragam