covid-19

Guru-Murid Kena COVID-19, Uji Coba Sekolah Tatap Muka di Pati Ditunda

“Saya tidak mau ada klaster-klaster lagi, mulai besok kita tunda lagi. Saya tidak ingin ada kejadian seperti ini lagi,” kata Bupati Pati, Haryanto.

BERITA | NUSANTARA

Rabu, 21 Apr 2021 22:11 WIB

Author

Agus Pambudi

Guru-Murid Kena COVID-19, Uji Coba Sekolah Tatap Muka di Pati Ditunda

Siswa mengenakan masker dan pelindung muka saat uji coba pembelajaran tatap muka di SMAN 1 Kudus, Jawa Tengah, Senin (5/4/2021). (Foto: ANTARA/Yusuf Nugroho)

KBR, Pati - Pemerintah Kabupaten Pati menunda pelaksanaan uji coba Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di tingkat SLTP dan SLTA.

Uji coba ditunda karena berdasarkan hasil uji swab PCR, ada guru dan siswa positif COVID-19. Mereka yang positif tersebar di tiga dari lima sekolah yang melakukan uji coba tatap muka.

Uji coba pembelajaran tatap muka di Pati digelar mulai 5 hingga 16 April 2021. Selama uji coba itu, sejumlah guru dan siswa terkonfirmasi positif COVID-19.

Dengan adanya kasus baru itu, pembelajaran tatap muka jilid dua dihentikan hingga usai lebaran.

“Saya sudah mendapatkan data dari sekolah yang ujicoba PTM. Ada yang muridnya positif, ada juga yang murid dan gurunya positif. Jadi pelaksanaanya kita tunda semuanya. Kalau ada satu saja yang menganggap tidak bahaya, ini justru akan berdampak kepada yang lainnya. Jadi kita evaluasi lagi dan akan kita terapkan lagi usai Idulfitri,” kata Bupati Pati, Haryanto di Pendopo Kabupaten Pati, Rabu (21/4/2021).

Haryanto mengatkan murid dan guru yang terkonfirmasi COVID-19 itu tidak patuh ketentuan. Setelah selesai PTM mereka tidak langsung pulang ke rumah, tapi mampir jajan dan bermain lebih dulu ke rumah temannya.

“Saya tidak mau ada klaster-klaster lagi, mulai besok kita tunda lagi. Saya tidak ingin ada kejadian seperti ini lagi,” kata Haryanto.

Para murid dan guru yang terpapar virus corona itu, sebagian ada yang isolasi mandiri di rumah, ada juga yang dirawat di ruang isolasi rumah sakit.

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Siapkan Pembelajaran Tatap Muka Digelar?

Kabar Baru Jam 8

Wisata Sehat di Tengah Pandemi

Desa Wisata Tak Kehilangan Pesona