Awal Panen, Produksi Gabah di Jombang Surplus 13 Ribu Ton

"Sehingga tidak perlu impor masuk."

BERITA | NUSANTARA

Kamis, 01 Apr 2021 16:29 WIB

Author

Muji Lestari

Awal Panen, Produksi Gabah di Jombang Surplus 13 Ribu Ton

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo saat meninjau panen raya di Jombang. (Foto: KBR/ Muji Lestari)

KBR,Jombang- Dinas Pertanian Jombang mengklaim produksi beras   surplus 13 ribu ton pada panen pertama tahun ini. Kepala Dinas Pertanian Jombang, Pri Adi, menjelaskan, pada musim penghujan lahan tanam seluas 42.700 hektare menghasilkan 140.600 ton beras.

Dengan asumsi kebutuhan beras yang dikalikan total jumlah penduduk Jombang yang sebanyak 1,2 juta jiwa, maka kebutuhan konsumsi beras selama satu tahun sebanyak 127 ribu ton.

"Sehingga tidak perlu impor masuk. Orang satu itu makan 99 kilogram setahun, sehingga dibutuhkan 127 ribu ton, sehingga pada saat MP saja kita sudah surplus 13. 679 ton, surplus pada MP saja, sisa 13.679 ton ini sudah merupakan kontribusi Jombang untuk swasembada beras belum nanti pada saat MK 1 dan MK 2," ujarnya.

Pri Adi menjelaskan pada musim kemarau satu tahun lalu, luas lahan tanaman di Jombang tercatat 28 ribu hektare. Sedangkan pada musim kemarau dua seluas 13 ribu hektar.

"Kalau MP ini 42 ribu hektar dan sampai saat ini yang sudah di panen sekitar 48 -50 persennya," imbuhnya.

Selain surplus, Pri Adi  juga menjamin semua gabah petani terserap oleh pemerintah dengan harga yang sesuai. Hal itu dikarenakan pemerintah daerah dan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, telah menandatangani harga kesepakatan sebesar 21 ribu per ton.

Sementara itu Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan terdapat penurunan harga gabah kering panen (GKP) maupun gabah kering giling (GKG) sepanjang  Maret 2021. Penurunan terjadi karena masa puncak musim panen raya yang meningkatkan produksi gabah dan beras secara signifikan.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto, menyampaikan, harga GKP di tingkat petani pada Maret 2021 tercatat sebesar Rp4.385 per kilogram atau anjlok 7,85 persen dari bulan sebelumnya. Adapun GKG dihargai sebesar Rp5.214 per kilogram (kg) atau turun 1,99 persen.

Selain di tingkat petani, penurunan harga juga terjadi pada tingkat penggilingan. Harga GKP tingkat penggilingan Rp4.481 per kg turun hingga 7,86 persen sementara GKG dihargai Rp5.331 per kg atau turun 1,85 persen.

Menurut Setianto, seiring dengan turunnya harga gabah, harga beras ikut turun baik untuk kualitas medium maupun premium di tingkat penggilingan. Beras medium dihargai Rp 9.154 per kg, turun 2,48 persen serta beras premium dihargai Rp 9.607 per kg atau turun 1,69 persen.

Editor: Dwi Reinjani

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

'Kiat Membuat Quality Time Bareng Keluarga'

Kabar Baru Jam 7

Sekolah Tatap Muka Mesti Diawasi

Kabar Baru Jam 8

Vaksinasi Covid-19 saat Berpuasa