Stadion Patriot Bekasi Siap Jadi RS Darurat COVID-19

Apabila terjadi lonjakan pasien, maka ia akan menyiapkan Stadion Patriot Bekasi sebagai rumah sakit darurat yang memfasilitasi pasien positif Covid-19.

BERITA | NUSANTARA

Rabu, 15 Apr 2020 11:16 WIB

Author

Muthia Kusuma

Stadion Patriot Bekasi Siap Jadi RS Darurat COVID-19

Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat mengecek kesiapan tes massal Covid-19 di Stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi (22/3/2020). (Foto: ANTARA/Fakhri Hermansyah)

KBR, Jakarta - Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengklaim telah siap melaksanakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mulai Rabu, (15/4/2020). 

Melalui media sosial pribadinya Rahmat - yang akrab disapa Pepen ini - mengumumkan ada enam titik pantauan di wilayah Bekasi. Yaitu perbatasan Kecamatan Pondok Gede di Lubang Buaya (Cipayung, Jakarta Timur), dan perbatasan di Jalan Raya Jatiwaringin. 

Sementara tiga titik lainnya yaitu di pintu tol masuk Jatiasih yang mengarah ke Jakarta, perbatasan Jatisampurna-Depok di Jalan Pondok Ranggon, perbatasan pintu keluar tol Jatiwarna dan terakhir di exit tol Bekasi Barat.

"Telah ditetapkan 32 titik perbatasan di Kota Bekasi dan petugas pemantau bantuan dari TNI kodim 0507 Bekasi, Polres Metro Bekasi, Satpol PP dan Dishub Bekasi. Sosialisasi ini pada dua hari diberikan imbauan, pada hari tiga akan diberikan peringatan. Hari ke-empat dan ke-lima jika masih tidak diperingati akan dicatat domisilinya dan berlaku sesuai UU tentang Kekarantinaan Kesehatan," kata Pepen dalam keterangan tertulis di akun Instagram pribadi, Rabu (15/4/2020).

Sebelumnya, Wali Kota Bekasi Pepen mengatakan, pada hari pertama dan kedua pelaksanaan PSBB, timnya akan membagikan 39.000 paket sembako kepada masyarakat tidak mampu yang terdampak Covid-19. Jumlah tersebut merupakan 30% dari target pemerintah daerah untuk membagikan 130.000 paket sembako secara berkala hingga hari kelima pelaksanaan PSBB. 

Pepen juga menyebut ada bantuan sejumlah Rp27 miliar dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk pembelian sembako. Pepen mencatat, ada 12 persen warganya yang berubah menjadi miskin akibat terdampak penyebaran virus Covid-19. Artinya warga miskin di Kota Bekasi bertambah hingga tiga kali lipat.

Selain itu, Pepen juga menyiapkan dana sejumlah Rp4,7 miliar untuk relaksasi kepada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Ia mencatat, ada 2.256 UMKM yang berada di wilayahnya. Pepen juga memperdayakan produsen sembako yang berada di wilayah Bekasi untuk bantuan paket sembako.

Selain bantuan paket sembako dan relaksasi kepada UMKM, ia juga telah menyiapkan 12.400 alat rapid tes untuk mengecek titik persebaran virus korona tersebut. 12.400 alat itu sebanyak 5.000 alat merupakan bantuan dari Pemprov Jabar, 5.000 alat lainnya berasal dari sumbangan Budha Tzu Chi dan 2.400 alat rapid tes berasal dari bantuan Pemerintah DKI Jakarta.

Pepen yang telah menjabat sebagai Wali Kota Bekasi selama dua periode ini mencatat, masih ada 2.000 alat rapid tes lagi yang belum digunakan. Dari pengecekan alat tersebut, diketahui ada 174 warga Bekasi yang positif Covid-19 dengan total pasien yang meninggal sebanyak 62 orang. 

Guna memutus mata rantai persebaran virus Covid-19 ini, Pemerintah Bekasi menyiapkan dana sebesar Rp115 Miliar. Kata Pepen, dana tersebut akan diprioritaskan untuk membeli Alat Pelindung Diri (APD) dan perbaikan khusus. Adapun jumlah rumah sakit rujukan yang telah disiapkan yaitu RSUD Bekasi, yang dilengkapi satu gedung khusus untuk pasien rehabilitasi Covid-19. Serta 32 rumah sakit swasta yang menyiapkan minimal empat ruang isolasi khusus pasien positif korona. 

Apabila terjadi lonjakan pasien, maka ia akan menyiapkan Stadion Patriot Candrabhaga Bekasi sebagai rumah sakit darurat yang memfasilitasi pasien positif Covid-19. Ia mengklaim telah menyiapkan 100 kasur dan sejumlah oksigen. 

Editor: Fadli Gaper

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Hari Raya Tanpa Tunjangan

Gunakan Kalender Aboge, Kejawen Banyumas Rayakan Idulfitri Pada Hari Ini

Kabar Baru Jam 7

Serba-serbi Warga Berlebaran di Tengah Pandemi

Taliban dan Pemerintah Afganistan Sepakat Genjatan Senjata Saat Idulfitri