May Day 2019, FSPMI Tolak Acara “Joget-Joget” Bersama Pemerintah

“Kita akan tetap turun aksi, tidak akan ikut acara yang kami anggap menina-bobokan kaum buruh ini,” tegas Willy, Ketua FSPMI Sumut.

BERITA , NUSANTARA

Selasa, 30 Apr 2019 16:37 WIB

Author

Adi Ahdiat

May Day 2019, FSPMI Tolak Acara “Joget-Joget” Bersama Pemerintah

Persiapan acara lomba panjat pinang untuk May Day 2019 di Medan, Sumatera Utara (30/4/2019) (Foto: ANTARA/Irsan Mulyadi/foc).

Dalam perayaan May Day 2019 ratusan ribu buruh akan menggelar aksi damai di sejumlah wilayah Indonesia.

Di Sumatera Utara (Sumut), misalnya, Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) akan menggelar long march dan orasi yang dipusatkan di Kantor Gubernur Sumut.

Massa buruh FSPMI Sumut yang ikut dalam aksi ini berasal dari 10 kabupaten/kota dan diperkirakan akan mencapai sekitar 2.000 orang.

Namun di sisi lain, ada pula sejumlah elemen buruh yang merayakan May Day 2019 dengan acara panjat pinang dan lomba-lomba tradisional yang memperebutkan bermacam hadiah.


Tolak Acara “Joget-Joget”

Dalam lansiran Koran Perdjoeangan, salah satu media resmi kelompok buruh Indonesia, Ketua FSPMI Sumut, Willy Agus Utomo, mengatakan bahwa FSPMI menolak tegas acara May Day yang digelar pemerintah.

Menurut Willy, acara hari buruh yang diadakan pemerintah hanya berisi kegiatan hura-hura dan pembagian hadiah yang menghabiskan biaya sia-sia.

“Hampir tiap May Day, pemerintah dan kepala daerah kabupaten kota di Sumut sibuk membuat kegiatan May Day dengan hura-hura, padahal praktiknya pemerintah itu sendiri masih abai atau tidak peduli akan hak, nasib dan kesejahteraan buruh, jadi kita akan tetap turun aksi, tidak akan ikut acara yang kami anggap menina-bobokan kaum buruh ini,” tegas Willy.

Alih-alih merayakan hari buruh dengan “berjoget” atau ikut panjat pinang, FSPMI akan menggelar aksi untuk menolak PP 78 Tahun 2015, menuntut penghapusan outsourcing, sampai menuntut proses Pemilu yang jujur dan damai.

FSPMI Sumut berharap agar aksi ini bisa dihadiri oleh Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi.

“Kita harap Gubernur Sumut hadir di aksi kita nanti, agar dia mendengar langsung kasus buruh di Sumut, dan ke depan memperhatikan kesejahteraan kaum buruh Sumut khususnya. Kalau beliau tidak hadir, berarti kita anggap ia tidak berempati pada kaum buruh” kata Willy.

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Eps.2: Kuliah di UK, Cerita dari Rizki Putri Part 2

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17