Tekan Gizi Buruk, Dinkes Malang Kenalkan Manfaat Daun Kelor

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, Asih Tri Rachmi Nuswantari, daun kelor mengandung zat besi, protein, mineral dan nutrisi sangat tinggi

BERITA , NUSANTARA

Jumat, 22 Apr 2016 11:18 WIB

Author

Zainul Arifin

Tekan Gizi Buruk, Dinkes Malang Kenalkan Manfaat Daun Kelor

Remaja bergizi buruk akibat tumor otak. Ia terbaring di kediaman orang tuanya di Mejasem Barat, Tegal, Jawa Tengah, Sabtu (9/4). Foto ANTARA.

KBR, Malang – Pemerintah Kota Malang, Jawa Timur menyosialisasikan kandungan gizi daun kelor kepada masyarakat, terutama pada ibu hamil. Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, Asih Tri Rachmi Nuswantari, daun kelor mengandung zat besi, protein, mineral dan nutrisi sangat tinggi, sehingga diharapkan dapat menekan kasus balita dengan gizi buruk. Dinkes bakal membagikan daun kelor dan tempe sebagai makanan pendamping warga.

“Selama masih ada kemiskinan itu pasti ada gizi buruk. Memang kami sekarang ini sudah keluar masuk ke kelurahan, ke rukun warga, pada pertemuan di mereka itu mensosialisasikan tentang daun kelor. Karena daun kelor ini nilai gizinya sangat tinggi sekali. Kalau kita lihat kelor kan juga murah, sehingga masyarakat diharapkan tercukupi gizinya,” kata Asih kepada KBR, Jumat, 22 April 2016.

Berdasarkan data Dinkes Kota Malang, tercatat 125 balita dengan gizi buruk pada 2014. Sedangkan tahun lalu sebanyak 100 balita gizi buruk dan periode Januari – Maret 2016 ini terdapat 28 balita bergizi buruk. Total balita di Kota Malang sendiri sebanyak 67.515 balita.

Di APBD 2016 Kota Malang, dialokasikan anggaran untuk penanganan gizi buruk sebesar Rp 2,6 miliar. Rinciannya, Rp 600 juta untuk pemulihan balita gizi buruk dan Rp 2 miliar untuk sosialisasi dan pemberian makanan pendamping seperti daun kelor, tempe, biskuit dan susu.

Malang Corruption Watch (MCW) beberapa saat lalu mengkritik Pemerintah Kota Malang yang lebih mementingkan anggaran untuk pencitraan dibandingkan untuk pelayanan publik seperti kesehatan. Itu terlihat dari anggaran publikasi media tahun ini yang lebih besar dibanding penanganan gizi buru, yakni sebesar Rp 12,5 miliar.

“Pemerintah Kota Malang harusnya lebih memaksimalkan anggaran untuk pelayanan kesehatan yang baik. Bukan menghabiskan dana untuk pencitraan, dana media atau publikasi saja,” kata koordinator Badan Pekerja MCW, Zainuddin.

Editor: Damar Fery Ardiyan 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17