Pemadaman Listrik Jadi Momok UN Di Sulawesi Utara

Koordinator Ujian Nasional Berbasis Komputer, Rudolf Rambitan khawatir, pelaksanaan UN berbasis komputer ini akan terganggu jika ada pemadaman listrik.

BERITA , NUSANTARA

Minggu, 03 Apr 2016 14:29 WIB

Author

Zulkifli

Pemadaman Listrik Jadi Momok UN Di Sulawesi Utara

Ilustrasi - siswa mengikuti proses belajar komputer di laboratorium komputer yang berjumlah 40 unit di SMAN 34, Jakarta, Jumat (6/3/15). Antara Foto

KBR, Manado - Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tingkat sekolah menengah atas (SMA) di Sulawesi Utara (Sulut) yang melibatkan 31.096 Siswa akan berlangsung Senin, 4 - 7 April 2016. Dalam pelaksanaan UN ini, ada 19 Sekolah di Sulut yang akan menerapkan UN berbasis Komputer.

Koordinator Ujian Nasional Berbasis Komputer, Rudolf Rambitan khawatir, pelaksanaan UN berbasis komputer ini akan terganggu jika ada pemadaman listrik.  

"Misal satu hari ada pemadaman listrik maka Ujian Nasionalnya akan di ulang tetapi harus ada jadwal lagi dari Pusat atau Kementerian Pendidikan," ujar Rudolf Rambitan.  

Ditambah lagi kata Rudolf, hampir semua sekolah yang menerapkan UN berbasis komputer di Sulawesi Utara tidak memiliki Genset untuk mengganti listrik jika terjadi pemadaman.  

Menanggapi hal itu, PLN Sulawesi Utara, Tengah dan Gorontalo (Suluttenggo) menjamin tidak akan ada pemadaman listrik selama pelaksanaan Ujian Nasional (UN) untuk tingkat sekolah menengah atas (SMA) di Sulawesi Utara.

Juru bicara  PLN Suluttenggo, Jantje Rau mengatakan, pihaknya telah berkomunikasi dengan sekolah-sekolah yang melaksanakan UN berbasis  komputer. Termasuk diantaranya kata dia, menyiapkan genset cadangan jika terjadi  gangguan mendadak di luar jangkauan PLN.  


Editor: Sasmito Madrim

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Pansel Capim KPK Diminta Tak Loloskan Kandidat Bermasalah