Pasien Puskesmas Nipah Lombok Utara Pilih Dirawat di Lorong

Gempa itu berkekuatan 4,7 SR

BERITA | NUSANTARA

Jumat, 01 Apr 2016 18:45 WIB

Author

Hanapi

Pasien Puskesmas Nipah Lombok Utara Pilih Dirawat di Lorong

Salah seorang pasien puskesmas Nipa Desa Malaka Lombok Utara yang memilih dirawat di luar ruangan pasca gempa kemarin. (Foto: Hanapi/KBR)

KBR, Lombok- Pasien Puskesmas Nipa Desa Malaka Lombok Utara memilih tetap berada di lorong puskesmas daripada dirujuk ke rumah sakit terdekat pasca gempa bumi yang mengguncang pulau Lombok dan sekitarnya, Kamis 31/03/2016 pukul 17.34 WITA. Seluruh pasien di rawat di lorong puskesmas untuk mengantisipasi gempa susulan.

Kepala Puskesmas Nipah Nyoman Astana mengatakan, beberapa saat setelah gempa terjadi pihak puskesmas menawarkan kepada seluruh pasien untuk dirujuk ke rumah sakit terdekat yang lebih aman. Pasalnya kondisi puskesmas banyak tembok dan tiang yang retak-retak akibat guncangan gempa.

“Setelah selesai gempa, kita kan mau rujuk ke Tanjung atau rumah sakit tapi, pasiennya masih di sini dulu, minta dirawat di sini belum mau dirujuk. Jadi kita rawat dulu di sini. Kita cuma khawatir bangunannya seperti ini, nanti kalau ada susulan itu yang kita hawatirkan,” kata Nyoman Astana kepada KBR (01/04/2016).

“Pak Sekda juga sudah minta untuk evakuasi tapi pasiennya masih mau disini dirawat. Mudah-mudahan tidak ada gempa susulan lagi. Kita fokuskan pasiennya di satu titik,” ujarnya lagi.

Kepanikan itu yang diceritakan salah seorang orang tua pasien puskesmas Mustain.

“Jam 5 kemarin tiba-tiba gempa, anak-anak sedang tidur dan pasien tidur semuanya panik jadinya. Kita kabur-kabur takut akhirnya tidak berani masuk. Semalem juga pas mau tidur juga tidak berani masuk. Semua pasiennya berada di sini tidak berani didalam,” katanya.

Berdasarkan data yang dirilis oleh Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika Stasiun Fisika Mataram menyebutkan terjadi gempa bumi tektonik berkekuatan 4,7 skala ricter di pesisir Desa Malaka Lombok Utara pada jarak 13 kilometer barat laut. 

Editor: Dimas Rizky

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Menyoal Kebijakan Pemerintah Tangani Konflik Papua

Para Pencari Harta Karun

Kabar Baru Jam 8

KPK Berada di Titik Nadir?