Longsor di Bengkulu, BNPB: Tak Ada Kaitan dengan Aktivitas Geothermal

Satu orang tewas dan empat orang lain masih hilang tertimbun longsor.

BERITA | NUSANTARA

Kamis, 28 Apr 2016 14:43 WIB

Author

Agus Lukman

Longsor di Bengkulu, BNPB: Tak Ada Kaitan dengan Aktivitas Geothermal

Ilustrasi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) oleh PT Pertamina Geothermal Energy. (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta- Kawasan pembangkit listrik geothermal PT Pertamina Geothermal Energy (PT PGE) Bengkulu longsor pada Kamis (28/4/2016) pagi tadi.

Longsor terjadi di Cluser A, di Kecamatan Lebong Selatan, Kabupaten Lebong Provinsi Bengkulu, setelah hujan deras mengguyur wilayah itu.

Longsoran perbukitan menimpa kamp penginapan karyawan dan mengakibatkan sejumlah orang tertimbun material tanah. Satu orang ditemukan dalam kondisi tewas atas nama John. John merupakan seorang pegawai subkontraktor PT PGE. Sementara empat orang lain hilang tertimbun dan masih dalam pencarian. 

Juru bicara Badan Penanggulangan Bencana Nasional BNPB Sutopo Purwo Nugroho menyebutkan longsor juga menyebabkan empat orang luka. Korban luka atas nama Roni Doris (26), istri Doris, Slamet Amano (33), dan Toni.

Saat ini Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Lebong masih mencari korban yang hilang tertimbun longsoran. Pencarian dibantu BPBD Provinsi Bengkulu, TNI, Polri, Basarnas, karyawan PT PGE dan masyarakat.

"Longsor tidak ada kaitannya dengan aktivitas geothermal. Longsor disebabkan oleh faktor alam yang meluncur menuruni perbukitan dan menghantam camp pekerja," kata Sutopo dalam rilis kepada media, termasuk KBR, Kamis (28/4/2016).

Akibat bencana itu, jalur jalan menuju lokasi Cluster A tertutp material longsor.

PT Pertamina Geothermal Energy (PT PGE) mengelola kawasan panas bumi di Kabupaten Lebong sejak tahun lalu. Sejumlah sumur uap (cluster) telah digali, dan beberapa cluster sudah menghasilkan geothermal.

PT PGE optimistis bisa memproduksi listrik pada tahun 2019 dari Kecamatan Lebong Selatan. Proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi ini digadang-gadang menjadi yang terbesar di Sumatera

Editor: Malika
 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

DPR Desak Menteri BUMN Evaluasi Total BUMN

Perempuan dan Anak Dalam Pusaran Terorisme