Lapas Batu Nusakambangan Akan Tambah Blok Sel untuk Ratusan Napi

Koordinator Kepala Lapas se-Nusakambangan, Abdul Aris mengatakan, penambahan ini akan membuat kapasitas Lapas Batu bertambah menjadi 800 orang narapidana.

BERITA , NUSANTARA

Rabu, 27 Apr 2016 11:11 WIB

Author

Muhamad Ridlo Susanto

Lapas Batu Nusakambangan Akan Tambah Blok Sel untuk Ratusan Napi

Ilustrasi kepadatan sel di Indonesia. Antara Foto

KBR, Cilacap – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Batu Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah berencana menambah dua blok sel baru dengan kapasitas 500 orang. Koordinator Kepala Lapas se-Nusakambangan, Abdul Aris mengatakan, penambahan ini akan membuat kapasitas Lapas Batu bertambah menjadi 800 orang narapidana.

Saat ini, jumlah narapidana adalah 258 orang dari kapasitas maksimum 300 orang. 18 napi diantaranya menghadapi vonis mati dan sudah bersifat incraht (tetap). Sedangkan 65 orang menghadapi hukuman seumur hidup.

Aris mengakui, Lapas Batu merupakan Lapas Klas I yang berisi narapidana dengan hukuman minimal 20 tahun sehingga upaya pengamanannya pun mesti dilakukan dengan maksimal. Ia mengakui jumlah petugas untuk pengamanan masih kurang.

"Penambahan blok baru dengan kapasitas total 800 orang tentu merupakan tantangan tersendiri. Jadi bukan hanya semata-mata nambah. Karena napi yang seumur hidup ada 65 orang, yang hukuman mati 18 orang, lainnya 20 tahun. Ini kan perlu penanganan khusus. Apalagi menghadapi mereka yang ekskresi. Memang di Nusakambangan itu beberapa warga binaan itu yang dihukum mati dibagi ke Kembangkuning, Pasir Putih, Permisan, dan juga Lapas Narkotika," jelas Abdul Aris.

Sementara terkait antisipasi peredaran narkoba di dalam lapas, Aris mengatakan telah bekerjasama dengan Badan Nasional Narkotika Kabupaten (BNNK) Cilacap dan Polres Cilacap. Secara rutin, kata dia, narapidana dan petugas Lapas akan dites urine.

Tes urine terakhir dilakukan Senin lalu. Dari 215 sampel urine, tak ada satu pun yang positif narkoba. Hal ini berbeda dari tes urine pekan sebelumnya di Lapas Narkotika Nusakambangan. Dari tes tersebut, sembilan sampel urine napi positif mengandung zat amfethamine.

Editor: Sasmito Madrim

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Eps.6: Kuliah di Perancis, Cerita dari Dhafi Iskandar

Insiatif Masyarakat untuk Wujudkan Hunian yang Layak

Inisiatif Masyarkat untuk Wujudkan Hunian yang Layak

Inisiatif Masyarakat untuk Wujudkan Hunian yang Layak

Inisiatif Masyarakat untuk Wujudkan Hunian yang Layak