Kejar Santoso Cs, Satgas Tinombala Ubah Strategi

Medan yang berat jadi tantangan utama. Lainnya adalah terbatasnya jumlah personel

BERITA | NUSANTARA

Senin, 11 Apr 2016 18:15 WIB

Author

Erna Dwi

Kejar Santoso Cs, Satgas Tinombala Ubah Strategi

Kapolda Sulawesi Tengah Rudy Sufahry saat memberikan keterangan soal perburuan kelompok Santoso, Senin (04/11/2016). (Foto: Erna Dwi/KBR)

KBR, Palu- Satgas Tinombala menyebut bakal mengubah strategi pencarian untuk  mengejar kelompok teroris Santoso. Kapolda Sulawesi Tengah Rudy Sufahryadi mengatakan strategi yang dimaksud salah satunya adalah penyisiran lokasi-lokasi yang diduga dijadikan tempat persembunyian Santosa dan kelompoknya.

“Sampai hari ini kita masih mengejar Santoso dan kelompoknya. Namun begitu  tempat atau spot-spotnya harus kita ubah strateginya. Makanya saya kemarin sudah dari sana dan kita sudah lakukan pergeseran terhadap pasukan dan mudah-mudahan ke depan bisa lebih bagus lagi,” ujarnya kepada wartawan, Senin (04/11).

Rudy meminta masyarakat untuk bersabar, mengingat beratnya medan. “Dan yakinlah bukan hanya polisi tapi teman-teman TNI juga dalam operasi Tinombala ini sangat yakin akan menangkap Santoso dan pengikutnya,” tambahnya.

Selain beratnya medan, Rudy juga mengaku keterbatasan personel menjadi sebab lainnya Santoso belum juga tertangkap. “Karena medan yang sulit, juga jumlah pasukan terbatas. Kita lagi adu strategi bagaimana menyelesaikan persoalan itu,” tutupnya.

Pengejaran terhadap Santoso dan kelompoknya ini melibatkan pasukan dari dua institusi TNI dan Polri. TNI menerjunkan 1800 personel yang terdiri dari Raider, Intai Tempur dan Marinir termasuk pasukan elitnya Kopasus dan Detasemen Jala mengkara. Sementara dari Polri  menurunkan 1200 personel  yang terdiri dari Brigadir Mobil dan satuan pendukung lainnya. 

Editor: Dimas Rizky

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Masyarakat Sipil Tolak Rencana Presiden Menghidupkan Jabatan Wakil Panglima TNI