Buruh Kerajinan Dari Rumah Kerang di Cirebon Tuntut Upah Layak

Sudah belasan tahun upah tak naik

BERITA | NUSANTARA

Senin, 04 Apr 2016 18:33 WIB

Author

Frans Mokalu

Buruh Kerajinan Dari Rumah Kerang di Cirebon Tuntut Upah Layak

FSBM melakukan aksi demontsrasi di depan pabrik Rumah Kerang, Senin (04/04). (Foto: Frans Mokalu/KBR)

KBR, Cirebon– Pekerja CV Multi Dimensi  yang memproduksi kerajinan dari rumah kerang, menuntut sejumlah penghapusan sistem kerja kontrak dari manajemen. Pekerja yang tergabung dalam Forum Serikat Buruh Merdeka (FSBM) juga menuntut pemberlakukan upah sesuai Upah Minimum Regional sebesar Rp 1.592.220 per bulan, penjaminan asuransi kesehatan bagi pekerja, dan lainnya.

Kordinator FSBM Cirebon Johan menyatakan, aksi unjuk rasa ini sebagai ungkapan kekesalan selama belasan tahun karena tingkat kesejahteraan tidak berubah.

“Sejak pabrik ini berdiri sekitar tahun 2000-an, kami sudah bekerja bertahun-tahun sebagai pekerja harian lepas, tidak diangkat menjadi pegawai tetap. Tidak ada Tunjangan Hari Raya (THR) dan cuti,” ungkapnya, Senin 4/4.

Bahkan soal upah ini, manajemen perusahaan menerapkan standar gaji yang berbeda-beda berdasar kelaminnya.

“Perempuan upah perharinya Rp 25.000. Sedangkan laki-laki Rp 40.000 sampai Rp 45.000 per hari. Saya juga heran kenapa bisa berbeda?” imbuhnya.

Perubahan sistem pengupahan dari harian menjadi borongan pun tidak memperbaiki nasib para buruh.

“Tadinya harian sekarang hitungannya borongan, tapi malah upahnya lebih kecil dari upah harian,” tutupnya.

Editor: Dimas Rizky 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

DPR Desak Menteri BUMN Evaluasi Total BUMN

Perempuan dan Anak Dalam Pusaran Terorisme