Radio dan TV NTT Masih Diskriminasi Anak

lembaga penyiaran radio dan televisi NTT sudah mempunyai program untuk anak, tapi program itu dibawakan orang dewasa

BERITA | NUSANTARA

Rabu, 15 Apr 2015 09:34 WIB

Author

SILVER SEGA

Radio dan TV NTT Masih Diskriminasi Anak

ilustrasi (foto: Antara)

KBR, Kupang - Pengamat media di Nusa Tenggara Timur, Mutiara Mauboi mengatakan lembaga penyiaran radio dan televisi  masih diskriminasi terhadap anak. Dia menyebut, lembaga penyiaran radio dan televisi NTT sudah mempunyai program untuk anak, tapi program itu dibawakan orang dewasa. Anak-anak tidak aktif dalam program itu. 

Selain itu, kata Mutiara Mauboi waktu penyiaran program anak juga kurang pas, karena pada hari Sabtu dan Minggu.

"Memang kita banyak program acara untuk anak. Hampir setiap radio itu punya program anak satu minggu satu kali dan biasanya hari Sabtu-Minggu dan itu biasanya anak-anak hanya disuruh menyanyi, baca puisi. Anak-anak itu hanya sebagai tempelan mereka tidak aktif,” kata Mutiara Mauboi di Kupang, Rabu (15/4/2015).

“Waktu juga Sabtu-Minggu Itu waktu yang paling kosongkan. Agenda politik, agenda sosial sudah tidak ada. Padahal kalau kita mau lihat, anak-anak itu Sabtu dan Minggu mereka lebih banyak bermain," tambahnya. 

Mutiara Mauboi, yang juga bekas Ketua Komisi Penyiaran Daerah (KPID) NTT, menambahkan, KPID  perlu mendorong lembaga penyiaran radio dan televisi memberi ruang bagi program anak, dengan melibatkan anak secara aktif. 

Dia mengatakan, di NTT terdapat puluhan lembaga penyiaran radio dan televisi, tetapi hanya satu lembaga penyiaran radio yang khusus untuk anak. Lembaga penyiaran radio anak itu, kata dia, program acara dan penyiarnya adalah anak-anak yang terhimpun dalam Forum Anak Sikka atau FAS. 

Editor: Antonius Eko  

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Aplikasi LAPOR Dinilai Tidak Efektif Tanggapi Laporan Masyarakat

Kabar Baru Jam 15

Perlukah Sertifikasi Pernikahan?