Bondowoso Darurat Jalan Berlubang

Ketua Komisi III DPRD Bondowoso, Syamsul Hadi menuding banyaknya jalan rusak akibat buruknya kualitas jalan yang dibangun oleh Dinas Bina Marga dan Cipta Karya (BMCK).

BERITA | NUSANTARA

Jumat, 10 Apr 2015 10:31 WIB

Author

Friska Kalia

Bondowoso Darurat Jalan Berlubang

Jalan berlubang ditutupi dengan pot bunga oleh warga di Desa Koncer, Kecamatan Tenggarang, Bondowoso (10/4) (foto: Friska Kalia)

KBR, Bondowoso – Kondisi jalan di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timurm semakin memprihatinkan. Ini terlihat dari  banyaknya ruas jalan yang rusak dan berlubang bahkan di wilayah perkotaan.

Ketua Komisi III DPRD Bondowoso, Syamsul Hadi menuding banyaknya jalan rusak akibat buruknya kualitas jalan yang dibangun oleh Dinas Bina Marga dan Cipta Karya (BMCK). Bahkan, Syamsul mengancam akan memperkarakan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait ke jalur hukum, jika terbukti melakukan pekerjaan secara tidak benar.

“Faktor jalan rusak itu banyak, bisa karena bobot kendaraan yang terlalu berat. Tapi kualitas juga harus diutamakan. Kalau BMCK tidak mau melakukan secara benar, akan kami perkarakan lewat jalur hukum bersama rakyat. Kondisi jalan ini sudah super sangat memprihatinkan, baru dibangun sebulan sudah rusak” kata Syamsul Hadi saat dihubungi KBR, Jumat (10/4/2015).

Politikus dari PKB ini juga mengingatkan Dinas BMCK untuk tidak main-main dengan besarnya anggaran yang dikucurkan oleh pemerintah daerah terkait pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur di Bondowoso.

Pantauan KBR, jalan berlubang banyak terlihat di beberapa ruas jalan utama di Kabupaten Bondowoso diantaranya jalan Aip Mugiman, Kis Mangunsarkoro, Imam Bonjol, dan jalanHos Cokroaminoto. Berdasarkan data yang dirilis BMCK di tahun 2014, dari 1.300 km jalan yang ada di Bondowoso, 500 km diantaranya masih dalam kondisi rusak.

Sementara untuk 2015, Dinas BMCK mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp 96 miliar lebih untuk berbagai proyek pemeliharaan dan peningkatan kapasitas jalan dan jembatan serta bidang cipta karya. Anggaran tersebut bersumber dari APBD dan APBN. 

Namun, Kepala Bidang Perencanaan Dinas BMCK, Apil Sukarwan menolak memberikan informasi tentang berapa banyak proyek yang akan dikerjakan oleh BMCK

“Kalau jumlah proyeknya tidak usah disebutkan, nanti menimbulkan persepsi yang tidak-tidak di masyarakat,” kata Apil. 

Editor: Antonius Eko 

 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18