Wantimpres Minta Bima Arya Tuntaskan Masalah GKI Yasmin

Dewan Pertimbangan President (Watimpres) mendatangi Wali Kota Bogor Bima Arya untuk segera menyelesaikan masalah GKI Yasmin. Watimpres meminta kepada Bima Arya agar menyelesaikan permasalahannya sebelum Oktober 2014.

NUSANTARA

Kamis, 17 Apr 2014 18:07 WIB

Author

Rafik Maeilana

Wantimpres Minta Bima Arya Tuntaskan Masalah GKI Yasmin

Wantimpres, Bima Arya, GKI Yasmin

KBR68H, Bogor - Dewan Pertimbangan President (Watimpres) mendatangi Wali Kota Bogor Bima Arya untuk segera menyelesaikan masalah GKI Yasmin. Watimpres meminta kepada Bima Arya agar menyelesaikan permasalahannya sebelum Oktober 2014.

Anggota Watimpres Bidang Hukum dan HAM Albert Hasibuan mengatakan, pertemuannya dengan Bima Arya jelas untuk segera menyudahi permasalahan yang terjadi sejak lama itu. Ia juga meminta agar Wali Kota Bogor bisa menyelesaikannya segera mungkin.

"(Kapan tenggat waktunya pak?) Kalau bisa sih permasalahannya selesai sebelum presiden selesai, atau sebelum Oktober," katanya usai melakukan pertemuan, Kamis (17/4). .

Albert Hasibuan menambahkan, meski permasalahan ini tidak gampang untuk diselesaikan, ia yakin Wali Kota Bogor yang baru bisa menyelesaikannya.

Sementara itu Bima Arya sendiri tidak mau berspekulasi untuk menyelesaikan permasalahan GKI Yasmin. Ia sendiri lebih melakukan komunikasi kepada pihak-pihak terkait yang bersangkutan dengan permasalahan ini.

"Tidak saya tidak mau melihat tenggat waktu. Saya kira semua pihak ingin masalah ini cepat selesai. Karena ini adalah riak-riak dalam kehidupan berbangsa dan bernegara kita," kata Bima.

Kasus pembangunan GKI Yasmin di Bogor, Jawa Barat, berlarut-larut sejak bekas Wali Kota Bogor Diani Budiarto membatalkan izin pendirian GKI Yasmin pada 2008. Pada 2010 Mahkamah Agung mengeluarkan putusan yang meminta Wali Kota Bogor membatalkan pencabutan IMB. Namun selama bertahun-tahunWali Kota Bogor membangkang. Bahkan massa pendukung Wali Kota terus mengusir jemaah GKI Yasmin yang akan beribadah. Kasus ini telah dilaporkan ke PBB.

Editor: Anto Sidharta

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 13

Kabar Baru Jam 12

Kabar Baru Jam 11

Season 2 Eps.6: Influencer = Youtuber = Selebgram = Artis?

Makanan dan Minuman Kini Wajib Bersertifikat Halal