Sepekan dibuka, Pendaftaran CPNS Polewali Mandar Sepi Peminat

KBR68H, Polewali Mandar

NUSANTARA

Jumat, 18 Apr 2014 16:33 WIB

Author

Sukriwandi

Sepekan dibuka, Pendaftaran CPNS Polewali Mandar Sepi Peminat

cpns, polewali, sepi

KBR68H, Polewali Mandar – Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat kembali membuka lowongan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Lowongan tersebut dibuka untuk para Calon PNS yang sebelumnya telah menjadi tenaga honorer. 


Namun sudah sepekan lebih pemberkasan honorer CPNS K2 dibuka oleh Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah (BKDD) Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Tapi tak satupun unit kerja yang mempekerjakan tenaga honorer datang menyerahkan berkasnya.


Kepala Bidang Analisa Kebutuhan dan Evaluasi Kepegawaian (Antusija) BKDD Polewali Mandar, Andi Mustamin mengatakan, sejak pemberkasan dibuka 7 april 2014 lalu, tak satupun berkas honorer mereka terima. 


Ada sejumlah berkas honorer yang diantar langsung oleh tenaga honorer namun ditolak  BKDD. Alasannya, peraturan Badan Kepegawaian Nasional (BKN) mewajibkan berkas honorer CPNS K2 yang lulus harus diserahkan oleh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) atau Unit kerja masing-masing.


“Hingga hari ini belum ada yang masuk, ada beberapa yang kita tolak karena memang harus diserahkan oleh SKPD atau satuan kerjanya ke BKD,” jelas Andi Mustamin saat ditemui kontributor KBR68H, Minggu (18/4)


Sebelumnya, Ketua Komisi I DPRD Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Amiruddin menyatakan bahwa sekitar 2800 tenaga honorer CPNS K2 yang berkasnya telah lolos ke Badan Kepegawaian Nasional (BKN) diduga bodong atau palsu. Jumlah ini mencapai 50 persen dari keseluruhan jumlah berkas tenaga honorer. Di dalam berkas, umumnya mereka menulis telah menjadi tenaga honorer padahal sebenarnya tidak pernah menjadi tenaga honorer. 


Amiruddin mempersilahkan mereka untuk mundur karena jika terbukti menggunakan berkas palsu maka mereka bisa terkena hukuman pidana.



Editor: Luviana

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Perlindungan Hukum untuk Para Pembela HAM Masih Lemah