Rekapitulasi di Aceh, Ada Kelebihan Surat Suara

KBR68H, Lhokseumawe

NUSANTARA

Senin, 21 Apr 2014 18:16 WIB

Author

Erwin Jalaluddin

Rekapitulasi di Aceh, Ada Kelebihan Surat Suara

rekapitulasi, pemilu, aceh

KBR68H, Lhokseumawe – Hasil rekapitulasi suara di Lhokseumawe, Aceh didapatkan adanya kelebihan jumlah surat suara.

Ketua Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kota Lhokseumawe, Syahrir Muhammad Daud mengaku, pihaknya menemukan adanya kelebihan suara dalam hasil rekapitulasi perhitungan suara ulang di Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Banda Sakti setempat.

Namun pihaknya meyakinkan bahwa yang terjadi hanyalah surat suara yang berlebih. Dan tindakan tersebut bukanlah merupakan penggelembungan surat suara.
Rekapitulasi ulang dilakukan setelah Partai Aceh mengklaim adanya dugaan penggelembungan suara Pemilu.
 
KIP menyatakan, mengalami kekeliruan dalam perhitungan rekapitulasi di Banda Sakti tersebut. Akan tetapi, kelebihan suara itu tak mempengaruhi perolehan jatah Partai Aceh di parlemen Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) yang berjumlah 10 kursi. 

”Mereka selalu memprotes dan menyanggah. Dan, angka sanggahan mereka tidak banyak perbedaan mungkin 1, 2 atau 4 suara kira-kira begitu. kalau penggelembungan berarti banyak. Ini jumlah selisihnya hanya 1 hingga 5 suara.” kata Syahrir kepada KBR68H, Senin (21/4).

Sebelumnya hasil rekapitulasi perhitungan suara pemilihan legislatif di Lhokseumawe, sempat diwarnai kericuhan, Sabtu (19/4). Bahkan, partai Aceh menolak hasil rekapitulasi tersebut dengan alasan adanya indikasi penggelembungan suara di PPK Banda Sakti.


Editor: Luviana

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 14

Omnibus Law untuk Siapa?

Kabar Baru Jam 13

Mengimajinasikan Ibu Kota Baru yang Cerdas dan Berkelanjutan (Bagian 2)