Share This

Profauna: Facebook Jadi Sarana Jual-Beli Satwa Liar

Tren perdagangan satwa liar dan dilindungi beralih dari forum komunitas online Kaskus dan portal jual-beli online ke laman jejaring Facebook.

NUSANTARA

Jumat, 04 Apr 2014 19:02 WIB

Profauna, Facebook, Satwa Liar

KBR68H, Malang – Tren perdagangan satwa liar dan dilindungi beralih dari forum komunitas online Kaskus dan portal jual-beli online ke laman jejaring Facebook.

Menurut Bayu Sandi, Juru Bicara Profauna Indonesia, tren penjualan melalui Facebook lebih aman dibanding di portal jual-beli dan Kaskus. Hasil pengamatan Profauna, penjualan satwa liar dilindungi melalui Kaskus menurun drastis.

Sejak Januari-Maret saja, ada penurunan drastis penjualan satwa liar. Pada Januari ada 250 kasus perdagangan satwa liar dan bagiannya (gading gajah, gigi hiu, taring dugong dan kulit harimau serta kulit kijang). Sementara, di bulan Februari ada 145 kasus dan Maret hanya 50 kasus saja. Namun ada grup yang bermunculan di Facebook yang menjual satwa liar dilindungi.

“Nah tetapi kita menemukan banyak sekali grup-grup penjualan satwa liar yang sudah dilindungi di Facebook, jadi kita membuat kesimpulan bahwa lebih mudah melakukan penjualan satwa liar yang sudah dilindungi  melalui Facebook daripada di Kaskus,” terang Bayu Sandi di Kantor Profauna, Jumat (4/4).

Sebelumnya Profauna Indoensia sendiri sudah bekerjasama dengan portal jualbeli dan Kaskus untuk memblokir segala bentuk penjualan satwa liar.

Pedagang satwa liar dan dilindungi memang sudah tak terlihat lagi di pasar-pasar hewan. Mereka lebih memilih penjualan melalui internet, karena sebagian besar dari pembeli diperkirakan tidak gagap teknologi.

Editor: Anto Sidharta

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.