Pocong Datangi Kantor Bupati, Tuntut Transparansi Pegawai Honorer

KBR 68H, Kudus - Ratusan tenaga honorer yang tak lolos Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Selasa (15/4) menggelar aksi unjuk rasa.

NUSANTARA

Rabu, 16 Apr 2014 13:38 WIB

Author

Ahmad Rodli

Pocong Datangi Kantor Bupati, Tuntut Transparansi Pegawai Honorer

pocong, bupati, honorer

KBR 68H, Kudus - Ratusan tenaga honorer yang tak lolos Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Selasa (15/4) menggelar aksi unjuk rasa. Aksi dihiasi dengan membawa keranda mayat dan pocong yang dibawa ke Kantor Kabupaten Kudus.


Unjuk rasa dilakukan untuk menuntut aparat penegak hukum agar melakukan pengusutan dugaan manipulasi data tenaga honorer siluman yang lolos tes CPNS di Kudus. 


Koordinator aksi, Sururi Mujib mengatakan secara khusus dalam aksi kali ini para tenaga honorer menantang Bupati Kudus dan Kepala Badan Kepegawaian Daerah untuk melakukan sumpah pocong, jika merasa tidak terlibat dalam pemalsuan data tenaga honorer yang lolos CPNS. 


“Pocong ini adalah simbol, bagi para pejabat, kalau memang mereka tidak terlibat dalam pemalsuan data tenaga honorer, kami tantang mereka untuk melakukan sumpah pocong secara masal. Kami menantang Bupati, kepala BKD dan pejabat lain yang terindikasi terlibat dalam pemalsuan data tenaga honorer.”


Dalam menggelar aksi, selain berorasi para pengunjuk rasa juga menyebarkan sejumlah selebaran yang berisi tentang dugaan manipulasi dalam pendataan tenaga honorer kategori II. 


Mereka juga mengusung keranda mayat, sejumlah poster dan spanduk yang berisi tuntutan. 


Seperti diberitakan sebelumnya, terdapat 504 orang yang mengikuti tes seleksi CPNS 2014. Sebanyak 206 orang di antaranya lolos seleksi tes CPNS. Dari jumlah yang lolos hanya 33 orang tenaga honorer yang benar-benar sesuai fakta dan data tenaga honorer kategori 2. Selebihnya, sebanyak 173 orang merupakan tenaga honorer siluman yang diduga datanya dimasukkan oleh oknum pejabat.



Editor: Luviana


Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Persiapan Pemerintah Jawa Barat Hadapi New Normal

Kabar Berita Jam 15