Penumpang Commuter Line di Stasiun Bekasi Ajukan Tuntutan

Penumpang KRL Commuter Line yang memblokir jalur kereta di Stasiun Bekasi mengajukan tuntutan kepada manajemen PT KAI. Tuntutan ini mereka suarakan karena kereta api kerap telat tiba di stasiun, padahal jumlah penumpang sudah menumpuk.

NUSANTARA

Kamis, 17 Apr 2014 14:10 WIB

Author

Citra Dyah Prastuti

Penumpang Commuter Line di Stasiun Bekasi Ajukan Tuntutan

Penumpang Commuter Line, Stasiun Bekasi, Tuntutan

KBR68H, Jakarta – Penumpang KRL Commuter Line yang memblokir jalur kereta di Stasiun Bekasi mengajukan tuntutan kepada manajemen PT KAI. Tuntutan ini mereka suarakan karena kereta api kerap telat tiba di stasiun, padahal jumlah penumpang sudah menumpuk. (Baca: Pelayanan KRL Buruk, Segera Lapor ke Ombudsman RI)

Berikut tuntutan penumpang KRL di Stasiun Bekasi:

1. Meminta fasilitas perkeretaapian diperbaiki

2. Memperbaiki sistem kereta api

3. Memprioritaskan penumpang dari Bekasi

4. Tidak mendahulukan kereta barang dan kereta api dari Jawa

5. Pemblokiran rel akan kita buka sampai menunggu kepala stasiun

7. Para pendemo menolak memberi jalan kepada kereta

8. Meminta Direktur KA Commuter Jabodetabek ke Stasiun Bekasi hari ini.

"Jika tuntutan ini enggak dipenuhi dalam tiga hari, maka pendemo akan menggelar demo yang sama dan meminta Dirut KAI turun," tuntas Rama, salah satu penumpang KRL Commuter Line.

Hingga pukul 11.45 WIB kondisi di Stasiun Bekasi masih lumpuh. Penumpang masih memblokir jalur kereta sehingga tidak ada yang masuk atau keluar. Penumpang KRL Commuter Line jurusan Jakarta-Kota di Stasiun Bekasi menahan kereta luar Jawa yang akan berangkat di jalur 4. Ketika masinis kereta sudah mulai menyalakan mesin, puluhan penumpang langsung turun dan duduk di rel yang akan dilintasi kereta luar Jawa.

Editor: Anto Sidharta

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Upaya Kurangi Risiko Bencana Iklim

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Perkara Bukber Tahun ini

Kabar Baru Jam 10