Pedagang Pasar Beringharjo: Pasar Seperti Kuburan

Pedagang di pasar tradisional Beringharjo, Yogyakarta, saat ini mengalami penurunan keuntungan lebih dari 50 persen.

NUSANTARA

Rabu, 16 Apr 2014 21:30 WIB

Author

Febriana Sinta

Pedagang Pasar Beringharjo: Pasar Seperti Kuburan

Pedagang Pasar Beringharjo, Kuburan

KBR68H, Yogyakarta - Pedagang di pasar tradisional Beringharjo, Yogyakarta, saat ini mengalami penurunan keuntungan lebih dari 50 persen.

Salah seorang penjual baju batik, Ambar mengatakan, penurunan dirasakan sejak dua bulan yang lalu. Ambar yang biasanya mampu meraup keuntungan hingga Rp 5 juta, saat ini hanya menerima keuntungan Rp 1 juta.

"Jumlah pembeli turun drastis, biasanya dagangan setiap hari laku Rp 5 juta namun saat ini ada yang beli 10 orang saja sudah berkah," keluhnya saat ditemui di kiosnya hari ini, Rabu (17/4).

Hal senada disampaikan penjual tas kulit, Pini. Menurut perempuan yang sudah 20 tahun berjualan di Pasar Beringharjo ini, menurunnya jumlah pembeli dirasakan sejak hujan abu Gunung Kelud.

“Dari hujan abu Kelud disambung kampanye, kemudian pemilu kemarin dan sekarang ditambah ujian nasional. Pasar seperti kuburan, ada yang beli sudah syukur sekali. Saat seperti ini kami hanya mengandalkan pelanggan setia saja,” katanya.

Di kiosnya yang terletak di lantai 3, Pini menerangkan, saat ini dia terpaksa tidak berani menjual tas yang menjadi tren saat ini. “Pembeli mintanya tas yang sedang tren, tapi kalau kita menyediakan tidak banyak yang beli. Serba salah memang,” kata Pini.

Untuk menarik pembeli agar mau membeli dalam jumlah besar, pedagang pasar tertua di Yogyakarta itu memberikan harga murah.

“Misalnya harga rok batik Rp 65 ribu, saya kasih harga reseller atau grosir walaupun cuma beli satu saja,” kata Ambar.

Ia berharap jumlah pembeli akan naik menjelang hari raya Lebaran. Biasanya, saat itu omset pedagang melonjak lebih dari 200 persen.

“Yang ditunggu-tunggu cuma Lebaran itu, semoga tidak ada bencana alam lagi,” harapnya.

Editor: Anto Sidharta

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Jelang 2 Minggu, BagaimanaEvaluasi PSBB ?