Misa Paskah di Larantuka Dihiasi Tradisi Semana Santa

KBR68H, Larantuka- Bagi umat Katolik di Larantuka, Nusa Tenggara Timur (NTT) misa jumat agung bukan hanya melakukan prosesi berdoa di dalam Gereja.

NUSANTARA

Kamis, 17 Apr 2014 18:01 WIB

Author

Silver Sega

Misa Paskah di Larantuka Dihiasi Tradisi Semana Santa

paskah, semana, larantuka, kamis putih

KBR68H, Larantuka - Bagi umat Katolik di Larantuka, Nusa Tenggara Timur (NTT) misa jumat agung bukan hanya melakukan prosesi berdoa di dalam Gereja. Namun masyarakat Larantuka melakukan tradisi mencampurkan antara tradisi agama dan budaya. Tradisi besar yang selalu dilakukan setiap datangnya Paskah di Larantuka adalah tradisi Semana Santa.


Ritual ini tidak hanya dinikmati oleh masyarakat Larantuka, namun juga oleh para peziarah dari berbagai macam daerah di Indonesia. Tradisi Semana Santa selalu dilakukan 3 hari menjelang misa jumat agung pada Jumat (18/4) besok. 


Setelah memasang lilin di sepanjang Larantuka, maka pada jumat agung yang merupakan puncak kegiatan Paskah, mulai diawalilah prosesi arak-arakan membawa patung kanak-kanak Isa Al Masih yang dilanjutkan dengan arak-arakan menjemput patung Bunda Maria. Prosesi ini disebut prosesi berkabung ketika Isa Al Masih diarak membawa kayu salib.


Prosesi Samana Santa berlangsung hingga Sabtu (19/4). Tradisi ini selalu ditunggu karena telah menjadi daya tarik para peziarah yang datang ke kota Larantuka.


Dalam prosesi tersebut Kepolisian Nusa Tenggara Timur (NTT)  melakukan pengamanan khusus dalam seluruh rangkaian ini. Juru bicara Kepolisian NTT Okto G Riwu mengatakan, prosesi Semana Santa merupakan tradisi  yang akan dikunjungi peziarah dari berbagai daerah maka perlu pengamanan khusus.


" Khusus Semana Santa, karena ini juga merupakan acara yang bersifat nasional ya, orang-orang dari luar juga mengkuti ritual itu, jadi kita juga sudah mempersiapakan di Larantuka," kata Okto G Riwu di Kupang, Kamis (17/4).



Editor: Luviana

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Menunggu Sanksi Aparatur Tak Netral di Pilkada