Bagikan:

LBH Bakal Laporkan Hakim PN Medan

KBR68H, Jakarta - Lembaga Bantuan Hukum Medan, akan melaporkan hakim Pengadilan Negeri setempat terkait pengalihan status tahanan bekas Manager PT PLN Pembangkit Belawan Ermawan Arief Budiman.

NUSANTARA

Sabtu, 12 Apr 2014 11:01 WIB

LBH Bakal Laporkan Hakim PN Medan

LBH, Laporkan, Hakim PN Medan


KBR68H, Jakarta - Lembaga Bantuan Hukum Medan, akan melaporkan hakim Pengadilan Negeri setempat terkait pengalihan status tahanan bekas Manager PT PLN Pembangkit Belawan Ermawan Arief Budiman. Sebab, Hakim Pengadilan Negeri mengabulkan permintaan penangguhan penahanan dengan uang jaminan yang berasal dari uang perusahaan PLN. (Baca: Dirut PLN Jaminkan Diri dan Uang Rp 23 M Untuk Terdakwa Korupsi)

Direktur LBH Medan Surya Adinata mengatakan, seharusnya hakim jeli memutuskan penangguhan tahanan terdakwa kasus korupsi tersebut, karena uang yang dikeluarkan tidak wajar.

"LBH sendiri sedang menyiapkan bahan-bahan untuk melaporkan masalah ini ke Komisi Yudisial. Kita melihat seharusnya hakim melihat kan ini sesuatu hal yang sangat besar uang jaminan Rp 23 miliar ini dari mana dananya ini, hakim harus melihat jelih melihat ini ini kan sesuatu yang tidak wajar, kenapa mengabulkan permintaan pengalihan status penahanan ini," kata Surya kepada KBR68H (12/4)

Sebelumnya, Direktur Utama PT PLN, Nur Pamudji menjaminkan diri pribadi dan jabatannya beserta uang koorporasi milik PLN sebesar Rp. 23 miliar lebih untuk pengalihan status tahanan bagi seorang bawahannya Ermawan Arief Budiman. Ermawan saat ini menjadi terdakwa kasus korupsi. Juru Bicara Pengadilan Negeri Medan, Nelson Marbun menyatakan, pengalihan ini karena keahlian terdakwa sangat dibutuhkan dalam mengatasi krisis listrik di Sumatera Utara.

Editor: Nanda Hidayat

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Kabar Baru Jam 7

Kiprah dan Harapan Satu Abad NU

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 11