Bagikan:

Komnas PA: Kasus Pedofilia Berpotensi Terjadi di Kota Besar

KBR68H, Jakarta- Kasus pelecehan seksual kepada anak lebih besar terjadi di kota-kota metropolis seperti Jakarta, Bekasi, Bandung, Surabaya dan kota-kota besar lainnya.

NUSANTARA

Kamis, 17 Apr 2014 12:40 WIB

Author

Eli Kamilah

Komnas PA: Kasus Pedofilia Berpotensi Terjadi di Kota Besar

pedofilia, tjandra, surabaya

KBR68H, Jakarta- Kasus pelecehan seksual kepada anak lebih besar terjadi di kota-kota metropolis seperti Jakarta, Bekasi, Bandung, Surabaya dan kota-kota besar lainnya. 


Menurut Sekretaris Jenderal Komnas Perlindungan Anak (KPA) Samsul Ridwan, potensi besar terjadi diperkotaan karena sebaran teknologi dan informasi yang begitu masif. Samsul menambahkan sejak tahun 2013 KPA menerima 25 kasus yang terjadi. Namun saat ini sekitar 10 ribu lebih anak-anak Indonesia telah menjadi korban pelecehan seksual hingga perkosaan. 


Kekerasan ini didahului dengan dorongan seksual orang dewasa terhadap anak-anak yang disebut dengan pedofilia. 


"Yang paling banyak tentu di daerah-daerah metropolis, seperti Jabodetabek, Bandung, dan sekarang ada di Surabaya. Dan saya kira di tempat-tempat lain, kalau seandainya diungkap akan ditemukan hal serupa,"kata Samsul kepada KBR68H, Kamis (17/4).


Ungkapan Samsul tersebut menyusul kasus yang menjerat seorang warga Surabaya, Tjandra Adi Gunawan. Sebelumnya Tjandra Adi Gunawan ditangkap polisi karena menyebarkan foto payudara dan kelamin anak-anak melalui internet. Pelaku membujuk murid SD dan SMP untuk memfoto tubuh dan mengirim hasilnya.


Polisi menduga, Tjandra Adi Gunawan terlibat dalam jaringan internasional pedofilia dan penyebaran foto anak-anak. Hal tersebut diketahui setelah polisi memeriksa percakapan yang dilakukan tersangka di dalam akun facebook dan surat elektronik pribadinya.




Editor: Luviana


Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Kabar Baru Jam 7

Antisipasi Bencana Alam di Akhir Tahun

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 11

Most Popular / Trending