Kelompok LGBT: Pelaku Pedofilia Tak Ada Hubungannya dengan Orientrasi Seksual

Kelompok LGBT Our Voice akan meminta audiensi dengan Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonsia (KPAI), Asrorun Niam Sholeh. Ini terkait pernyataannya yang dianggap bias, yakni pelaku sodomi atau pedofilia di Jakarta Internasional School (JIS) adalah seorang

NUSANTARA

Minggu, 27 Apr 2014 21:59 WIB

Author

Rio Tuasikal

Kelompok LGBT: Pelaku Pedofilia Tak Ada Hubungannya dengan Orientrasi Seksual

pelecehan, JIS

KBR68H, Jakarta - Kelompok LGBT Our Voice akan meminta audiensi dengan Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonsia (KPAI), Asrorun Niam Sholeh. Ini terkait pernyataannya yang dianggap bias, yakni pelaku sodomi atau pedofilia di Jakarta Internasional School (JIS) adalah seorang homoseksual. 


Ketua Our Voice Hartoyo mengatakan, pihaknya ingin penjelasan atas pernyataan tersebut. Kata dia, pedofilia tidak berhubungan dengan orientasi seksual. Hartoyo menduga KPAI ingin mengalihkan perhatian dari kasus pedofilia ke homoseks.


"Itu saya benar-benar marah banget. Besok saya mau kirim surat dan minta audiensi sama ketua KPAI. Mereka membuat pernyataan ngaco. Dengan homoseksual ini maksudnya apa? Saya nggak tahu makanya saya mau minta klarifikasi," ujar Hartoyo saat dihubungi KBR68H, Minggu (27/4) malam.


Sebelumnya Ketua KPAI Asrorum Niam mengatakan dua tersangka sodomi di Jakarta Internasional School (JIS) adalah homoseks. 


Kasus di Jakarta Internasional School mencuat setelah satu siswa TK JIS mengaku dapat pelecehan seksual oleh petugas kebersihan. Hingga saat ini kepolisian telah menetapkan enam tersangka. Satu di antaranya meninggal karena bunuh diri.


Editor: Antonius Eko 


Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Modus Baru, JAD Gunakan Racun untuk Aksi Teror