Bagikan:

KAI Diminta Tak Batasi Waktu Penjualan Tiket Mudik Lebaran

PT Kereta Api Indonesia (PT. KAI) diminta menghapus sistem pembatasan waktu pemesanan tiket untuk mudik lebaran.

NUSANTARA

Rabu, 30 Apr 2014 12:14 WIB

Author

Ade Irmansyah

KAI Diminta Tak Batasi Waktu Penjualan Tiket Mudik Lebaran

Tiket kereta, angkutan lebaran, PT. KAI, kereta lebaran

KBR68H, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (PT. KAI) diminta menghapus sistem pembatasan waktu pemesanan tiket untuk mudik lebaran. Pengurus Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sudaryatmo mengatakan kebijakan itu harus dihapus untuk mengantisipasi penumpukan pemesanan tiket kereta api.


“Jadi kalau satu tahun sebelum lebaran saya beli tiket itu bisa, sama juga dengan kita booking hotel atau booking tiket pesawat dan ini sebetulnya juga menguntungkan konsumen yang dia punya planning jauh-jauh hari. Sistem ini juga menguntungkan pihak kereta api karena dia bisa prepare sarana dan prasarana yang ada. Ini karena jumlah penumpangnya sudah jelas dari awal,” ujarnya kepada KBR68H dalam acara Sarapan Pagi.


YLKI juga menyoroti buruknya sosialisasi penjualan tiket secara online oleh PT Kereta Api. Sebab hingga kini, masih banyak pengguna layanan kereta api jarak jauh yang belum paham teknologi informasi. Menurut Sudaryatmo, mestinya KAI juga gencar memberitahu masyarakat kalau tiket kereta bisa dibeli di kantor pos, penggadaian dan mini market.


PT KAI sebelumnya menyatakan tiket kereta api tujuan Jakarta - Jawa Tengah dan Jawa Timur untuk H-3 lebaran sudah ludes. Juru Bicara PT KAI Daerah Operasional I Jakarta, Agus Komarudin mengatakan, tiket itu meliputi tiket kelas bisnis, eksekutif, ekonomi komersial dan non ekonomi komersial. Tiket tersebut dibeli langsung atau via online oleh calon penumpang. Ia mengatakan, KAI akan mengumumkan penambahan kereta untuk lebaran sebulan sebelum hari raya.(Baca: Angkut Pemudik Lebaran, KAI Bakal Tambah Kereta)


Editor: Sutami

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Cek Fakta: Benarkah China akan Ambil Alih Kalimantan?

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17