Ijabi Minta Aher Tak Hadiri Deklarasi Anti-Syiah

Organisasi Syiah, Ikatan Jemaah Ahlul Bait Indonesia IJABI meminta Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan tidak menghadiri Deklarasi Aliansi Nasional Anti-Syiah.

NUSANTARA

Rabu, 16 Apr 2014 11:13 WIB

Author

Guruh Dwi Rianto

Ijabi Minta Aher Tak Hadiri Deklarasi Anti-Syiah

Ijabi, Syiah, deklarasi anti-Syiah

KBR68H, Jakarta - Organisasi Syiah, Ikatan Jemaah Ahlul Bait Indonesia IJABI meminta Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan tidak menghadiri Deklarasi Aliansi Nasional Anti-Syiah. Ketua Pengurus Pusat IJABI Syamsuddin Baharuddin beralasan, gubernur mesti melindungi seluruh warga tanpa memandang keyakinan agama. IJABI menyampaikan permintaan itu melalui surat pada gubernur yang diusung Partai Keadilan Sejahtera tersebut.


"Yang kami sayangkan dan semoga tidak benar, ketika dicantumkan kegiatan itu akan dihadiri Gubernur Jawa Barat. Kami berharap itu tidak terjadi. Semoga saja pencantuman nama Gubernur Jawa Barat sebagai salah satu pihak yang menghadiri acara itu mudah-mudahan tidak dikonfirmasi oleh Gubernur Jawa Barat. Kalau kemudian benar adanya Gubernur Jawa Barat akan menghadiri acara tersebut, tentu saja semua orang patut mempertanyakan komitmen beliau terhadap tugas dan perannya untuk mengayomi masyarakat yang seharusnya menjadi pelindung terhadap seluruh warganya, apapun agamanya, apapun mazhabnya," ujar Ketua Pengurus Pusat IJABI, Syamsuddin Baharuddin dalam program Sarapan Pagi KBR68H, Rabu.


Hari Minggu nanti, Forum Ulama Umat Islam Indonesia (FUUI) akan menggelar Deklarasi Aliansi Nasional Anti-Syiah di Bandung, Jawa Barat. Dalam undangannya, acara itu disebutkan akan dihadiri lebih dari 100 ulama Indonesia. Undangan juga menyebutkan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan akan hadir dalam acara kontroversial itu.


Editor : Sutami

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 18

Hakim Diminta Dalami Kesaksian Pelajar Korban Penyiksaan Polisi

Kabar Baru Jam 17

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 14