Golput di Banyuwangi Capai 31 Persen

KBR68H, Banyuwangi- Jumlah masyarakat di Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur, yang tidak menggunakan hak pilihnya (Golput) dalam pemilu 9 April 2014 mencapai 31 persen.

NUSANTARA

Selasa, 22 Apr 2014 15:12 WIB

Author

Hermawan

Golput di Banyuwangi Capai 31 Persen

golput, banyuwangi, tinggi

KBR68H, Banyuwangi- Jumlah masyarakat di Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur, yang tidak menggunakan hak pilihnya (Golput) dalam pemilu 9 April 2014 mencapai 31 persen.

Angka ini lebih rendah dibandingkan angka Golput yang terjadi pada pemilihan Gubernur Jawa Timur yang mencapai 34 persen.
Tingkat partisipasi pemilihan tersebut diketahui setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banyuwangi menyelesaikan rekapitulasi penghitungan suara pada hari Selasa (22/4) dini hari.

Dari 1, 2 juta jiwa penduduk Banyuwangi, hanya 853 ribu lebih orang yang menggunakan hak pilihnya. Sehingga masyarakat yang Golput jumlahnya mencapai 399 ribu lebih. Jadi hanya sekitar 68 persen masyarakat yang menggunakan hak pilihnya.

Menurut Ketua KPU Banyuwangi Syamsul Arifin, partisipasi pemilih pada Pemilu tahun ini lebih tinggi dari Pemilu Gubernur (Pilgub) karena tidak lepas dari peran serta relawan demokrasi, Pemerintah dan partai politik peserta Pemilu.

“ Ini tentu prestasi semua pihak yang terlibat dalam proses pemilu di Banyuwangi, baik itu KPU, Panwas kemudian juga peran partai politik terutama Caleg- Caleng, mereka juga bekerja keras untuk mendapatkan partisipasi itu dari Banyuwangi,” kata Syamsul Arifin (22/4).
Syamsul Arifin menambahkan, dari hasil rekapitulasi akhir di Banyuwangi, PDI Perjuangan memperoleh suara terbanyak. Disusul Partai Kebangkitan Bangsa yang berada di posisi kedua.

Akan tetapi, KPU Banyuwangi baru mengumumkan partai pemenang Pemilu secara resmi pada tanggal 13 Mei 2014.
Sementara itu, Rekapitulasi penghitungan suara akhir di Banyuwangi dilakukan sejak tanggal 19-21 April 2014. Proses rekapitulasi diselesaikan dengan keterlambatan beberapa jam dari waktu yang ditentukan.

Editor: Luviana

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Tim Teknis Pengungkapan Kasus Novel Dinilai Belum Ungkap Apapun