Gangguan Jiwa Ancam Kelompok Usia Produktif

Jumlah pasien gangguan jiwa di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, terus meningkat dalam beberapa bulan terakhir.

NUSANTARA

Rabu, 30 Apr 2014 16:02 WIB

Author

Ahmad Rodly

Gangguan Jiwa Ancam Kelompok Usia Produktif

Gangguan Jiwa, Kelompok Usia Produktif, Kudus

KBR 68H, Kudus - Jumlah pasien gangguan jiwa di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, terus meningkat dalam beberapa bulan terakhir. (Baca: 72 Ribu Penduduk Jawa Barat Alami Gangguan Jiwa)

Wakil Direktur Pelayanan RSUD Kudus, Sunaryo mengatakan, jumlah pasien gangguan jiwa yang mengunjungi klinik jiwa terus meningkat sejak Januari lalu.

“(Ada) 448 pasien pada bulan Januari, Februari 455 pasien kemudian pada bulan Maret naik menjadi 522 (pasien) atau naik sekitar 20 persen, pada bulan April ini sampai tanggal 26 April sudah mencapai 514 pasien, rata-rata per hari antara 25 - 30 pasien,” jelas Sunaryo di RSUD Kudus, Kamis (20/4).

Sementara itu, dokter jiwa RSUD Kudus, Rose Pandan Wangi mengungkapkan, dari ratusan pasien gangguan jiwa yang menjalani rawat jalan di RSUD Kudus, sekitar 60 persennya mengalami gangguan jiwa skizofrenia yang merupakan gangguan jiwa berat.

Selebihnya, kata dia, mengalami pasien yang mengalami depresi. Usia pasien gangguan jiwa, lanjut dia, merupakan kelompok usia produktif antara 15-40 tahun. Pasien yang menjalani pengobatan berasal dari Kabupaten Demak, Jepara dan Pati, namun pasien terbanyak dari Kudus.

Editor: Anto Sidharta

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Akibat Pandemi, Angka Kehamilan dan Pernikahan di Jepang Turun

Survive Corona ala Gue

Bias Kognitif Dalam Masyarakat Saat Pandemi

Eps4. Berhitung Plastik pada Kopi Senja

Seribu Jalan Penolak Undang-undang Cipta Kerja